Jayapura, Papua – Akibat curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Jayapura sejak dini hari menyebabkan debit air meningkat secara drastis dan memicu banjir bandang di sejumlah titik terutama di lokasi organda pada 09/03/2026

Air berwarna coklat pekat tampak merendam permukiman warga dan ruas jalan utama, sehingga melumpuhkan aktivitas transportasi masyarakat

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan genangan air mencapai ketinggian antara lutut hingga pinggang orang dewasa. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, karena arus air yang cukup deras serta lumpur yang terbawa dari arah hulu

Di tengah kepungan air, terlihat dua unit mobil operasional terjebak di ruas jalan yang tergenang, termasuk satu unit mobil layanan ATM keliling. Pengemudi kendaraan bersama warga sekitar hanya bisa menunggu air surut dan tidak berani menyalakan mesin kendaraan guna menghindari kerusakan mesin akibat masuknya air ke dalam sistem mesin kendaraan

Ketinggian air di titik terdalam diperkirakan mencapai sekitar 50 hingga 80 sentimeter. Sejumlah rumah warga yang berada pada posisi lebih rendah mulai kemasukan air bercampur lumpur, sehingga beberapa keluarga memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi

Sebagian warga terlihat bertahan di lantai dua bangunan sambil memantau kondisi air yang masih menggenangi lingkungan sekitar

Kesaksian Salah satu seorang warga di lokasi, Devince Tagi, menjelaskan bahwa air naik dengan sangat cepat tanpa diduga sebelumnya

“Air naik sangat cepat. Tadi mobil ini mencoba lewat, tetapi tiba-tiba debit air makin besar dari arah hulu. Akhirnya mobil mogok di tengah jalan,” Ujar Tagi

Himbauan Keselamatan Hingga kini terus disampaikan, hujan gerimis masih turun di kawasan tersebut. Warga dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya, terutama arus listrik dari instalasi rumah yang terendam serta kemungkinan munculnya binatang melata yang sering keluar saat banjir terjadi

Pihak masyarakat juga diminta untuk segera menghubungi posko kebencanaan terdekat atau nomor darurat setempat apabila membutuhkan bantuan evakuasi darurat. (MnJ)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *