Ambon, Maluku — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Ambon menggelar pelatihan pengolahan produk perikanan yang bernilai tambah melalui pembuatan kerupuk ikan dan fish stick.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara PC GP Ansor Kota Ambon, Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BPSJI) Ambon, dan Pemerintah Desa Poka. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan keterampilan pemuda/i Kota Ambon dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai pemanfaatan bahan baku hasil perikanan untuk diolah menjadi produk seperti kerupuk ikan dan fish stick.

Ketua PC GP Ansor Kota Ambon Haris Molle menyampaikan bahwa pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah penting untuk terus dikembangkan, terutama di wilayah yang memiliki potensi sumber daya perikanan.

Menurut Haris Molle, hasil perikanan tidak hanya dapat dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat sehingga potensi hasil perikanan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpeluang untuk dikembangkan sebagai usaha,” ujar Haris.

Kerja sama dengan BPSJI Ambon dan Pemerintah Desa Poka juga dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pemerintah negeri, dan lembaga terkait diharapkan dapat membuka ruang pengembangan keterampilan serta kemandirian ekonomi masyarakat.

Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat dalam menciptakan produk olahan perikanan yang memiliki daya saing.

PC GP Ansor Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas pemuda dan pengembangan potensi ekonomi lokal.

Kegiatan pengolahan kerupuk ikan dan fish stick tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan produk, peningkatan kualitas, pengemasan, pemasaran, serta penguatan usaha masyarakat secara berkelanjutan. (~sw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *