Dobo, Maluku – Kendati adanya kekurangan fasilitas yang memadai pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, namun selaku pimpinan pihaknya selalu optimis dan berusaha bersama jajaranya memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga binaan.

Demikian diungkapkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Dobo Pieter Jan Lessy kepada Wartawan di ruang kerjanya pada Senin 12/10/2026.

Ia menyampaikan, pembinaan mental dan keterampilan juga merupakan bagian penting yang tidak dapat dilepaspisahkan di Lapas, dalam mempersiapkan warga binaan agar mampu ketika kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman dan memperbaiki hidup yang lebiih baiik ke depan.

“Keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan mandiri setelah bebas.” Ungkapnya.

Selain itu dalam pemenuhan kebutuhan rohani, pihak lapas juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Salah satunya melalui kegiatan doa Rosario yang secara rutin dilaksanakan bagi warga binaan beragama Katolik.

Semmentara terkait pemenuhan hak warga binaan, Kalapas Pieter Jan Lessy menyatakan, pihaknya tetap menjalankan program pemberian remisi dan hak integrasi sesuai ketentuan yang berlaku bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan.

Ia berharap seluruh warga binaan dapat menjalani masa hukuman dengan baik, menaati peraturan, serta memanfaatkan berbagai program pembinaan yang disediakan.

Reporter : Edo01.
Editor : Elf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *