Mimika — Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) Kabupaten Mimika menyatakan kesiapannya untuk menggelar Musyawarah Adat (MUSDAT). Agenda besar ini merupakan upaya strategis dalam mempertahankan sekaligus memperkuat warisan adat dan budaya Suku Amungme di tanah Mimika.
Rencana pelaksanaan MUSDAT ini menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat setempat. Pasalnya, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari deklarasi awal LEMASA yang pertama kali dicetuskan pada tahun 1994 di Desa Harapan, Kwamki Lama, Timika. Musyawarah ini diharapkan menjadi ruang refleksi kolektif sekaligus konsolidasi kekuatan masyarakat adat.
Tokoh adat Amungme, Paulus Pinimet, mengajak seluruh masyarakat Amungme dan Kamoro untuk bersatu menyukseskan gelaran tersebut.
“Mari saudara-saudariku, kita bergandeng tangan menuju MUSDAT LEMASA,” serunya menekankan pentingnya solidaritas dalam menjaga nilai-nilai luhur adat.
Paulus mengingatkan bahwa identitas adat dan budaya Amungme harus tetap kokoh berdiri di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Hal ini penting agar akar jati diri masyarakat adat tidak tercerabut oleh arus perubahan sosial dan modernisasi yang masif.
Sejarah berdirinya LEMASA sendiri berakar kuat pada peran para tokoh pionir yang hadir dalam deklarasi 1994, seperti mendiang Thomas Beanal, Yohanes Pinimet, dan Benny Tsenawatme. Fondasi yang mereka letakkan menjadi pijakan bagi keberlangsungan lembaga adat hingga hari ini.
MUSDAT LEMASA nantinya akan diproyeksikan sebagai wadah resmi bagi masyarakat Amungme untuk membedah berbagai persoalan krusial, mulai dari pelestarian budaya hingga keberlangsungan nilai-nilai lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
“Kami berharap acara ini menjadi langkah awal untuk memperkuat identitas adat Amungme dan terus mempromosikan kebudayaan lokal ke kancah yang lebih luas,” ujar Paulus Pinimet saat diwawancarai oleh jurnalis Nonako News, Rabu (7/1/2026).
Melalui MUSDAT ini, LEMASA Kabupaten Mimika berkomitmen membangun kesadaran kolektif antara masyarakat Amungme dan Kamoro. Persatuan dan peran budaya dipandang sebagai fondasi utama dalam menciptakan tatanan kehidupan sosial yang harmonis di Mimika. (Meno)





