Timika, Papua Tengah – Keluarga besar Badan Pendiri Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) mengajak seluruh masyarakat Amungme untuk bersatu dan bergandengan tangan menyukseskan Musyawarah Adat (MUSDAT) LEMASA yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026.

Seruan tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh Amungme, Paulus Pinimet, dalam pernyataan resminya pada Kamis (8/1/2026). Paulus mengingatkan kembali sejarah berdirinya LEMASA pada tahun 1994 di Desa Harapan Kwamki Lama, Timika, yang membawa misi mulia untuk menjaga serta melestarikan adat dan budaya suku Amungme.

“Mari kita bersatu dan bergandeng tangan membangun LEMASA ke depan demi kepentingan kita bersama di Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro yang kita cintai ini,” ujar Paulus Pinimet.

Lebih lanjut, Paulus mengajak seluruh keluarga besar Badan Pendiri untuk terlibat aktif dalam deklarasi dan mendukung penuh rangkaian kegiatan MUSDAT. Ia menekankan pentingnya soliditas agar lembaga ini tetap kuat dan relevan bagi generasi mendatang.

“Jangan ada keraguan. Mari kita satukan tekad menuju MUSDAT LEMASA,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Paulus juga memberikan penghormatan dengan menyebutkan deretan tokoh pendiri LEMASA, di antaranya : Thomas Beanal, Yohanes Pinimet, Benny Tsenawatme, Paulus Kanongopme, Victor Beanal, Mathias Kelanangame, Bartolumius Magal, Lukas Amisim, Yoseph Yoppi Kilangin, Yulia Pogolnamum, Melanius Pogolnamum, dan Johanis Kasamol

Sesuai dengan mottonya, “Me Asia Ten” yang berarti “Satu Hati, Satu Jiwa”, LEMASA diharapkan terus menjadi wadah tunggal bagi masyarakat Amungme dalam memproteksi eksistensi adat dan budaya di tengah arus perubahan zaman. (Meno)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *