Oleh: W. Tomson (Pengamat Kebijakan Publik)

Inflasi 0,81% pada Desember 2025 menjadi yang tertinggi dalam enam bulan terakhir, menunjukkan bahwa Gubernur Maluku telah gagal dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Data BPS Maluku menunjukkan bahwa inflasi Maluku mencapai 3,58% secara year-on-year, dengan IHK sebesar 110,82. Ini adalah sebuah kegagalan yang tidak dapat diterima, terutama ketika masyarakat Maluku sedang berjuang untuk meningkatkan daya beli mereka.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Desember 2025, seperti bawang merah, ikan selar/kawalinya, dan tarif angkutan udara, menunjukkan bahwa Gubernur Maluku tidak melakukan pengawasan harga yang efektif. Selain itu, kenaikan harga pada 9 indeks pengeluaran, termasuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,73%, menunjukkan bahwa Gubernur Maluku tidak melakukan upaya yang cukup untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Publik Maluku bertanya-tanya “Apa saja yang telah dilakukan oleh Gubernur Maluku untuk mengatasi inflasi ini? Apakah Gubernur Maluku telah melakukan pertemuan dengan para petani, pedagang, dan pelaku ekonomi lainnya untuk mencari solusi? Apakah Gubernur Maluku telah mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan produksi pangan lokal dan memperbaiki infrastruktur logistik?”.

Masyarakat Maluku tidak hanya menuntut jawaban, tetapi juga tindakan nyata dari Gubernur Maluku. Kami menuntut Gubernur Maluku untuk melakukan langkah-langkah konkret untuk mengatasi inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Kami tidak ingin melihat inflasi terus meningkat dan masyarakat Maluku yang harus menanggung akibatnya.

Kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerisa untuk memimpin daerah ini , seharusnya gubernur bisa melakukan tugas dengan baik dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan tidak membiarkan inflasi terus meningkat dan masyarakat Maluku yang harus menanggung akibatnya. Sebab inflasi bukan hanya sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat Maluku, tetapi juga berpengaruh pada pendidikan yang layak bagi masyarakat jika biaya hidup terus meningkat.

Publik Maluku juga berharap kepada Gubernur Hendrik Lewerisa untuk mempertimbangkan beberapa solusi, semisal meningkatkan produksi pangan lokal dengan memberikan dukungan kepada petani lokal, memperbaiki infrastruktur logistik untuk mengurangi biaya distribusi dan meningkatkan efisiensi, meningkatkan efisiensi distribusi dengan meningkatkan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, meningkatkan pengawasan harga untuk mencegah kenaikan harga yang tidak wajar, dan mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan produksi pangan lokal serta memperbaiki infrastruktur logistik

Sebab dengan melakukan langkah-langkah konkret tersebut , publik Maluku berharap Gubernur Maluku dapat mengatasi inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *