Ternate – Dalam rangka mendukung program pembinaan dan ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan, Ketua Persatuan Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara, Syarifah Said Mahdar melaksanakan peninjauan langsung ke Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Sabtu (31/01).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua PIPAS Kanwil Ditjenpas Malut, Syarifah Said Mahdar, yang didampingi oleh jajaran ibu-ibu PIPAS dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Ditjenpas Maluku Utara. Turut hadir Kepala Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku Utara, Said Mahdar, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Mukaffi serta Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Yunus, bersama seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Maluku Utara.
Peninjauan difokuskan pada lahan ketahanan pangan yang dikelola oleh warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Ternate sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PIPAS memberikan apresiasi atas pengelolaan lahan pangan yang tidak hanya mendukung kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana asimilasi dan edukasi bagi warga binaan.
Ketua PIPAS Kanwil Ditjenpas Malut, Syarifah Said Mahdar menegaskan pentingnya peran PIPAS dalam mendukung pembinaan di UPT Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong kreativitas dan produktivitas warga binaan. Ia mengajak seluruh jajaran PIPAS untuk terus berkontribusi aktif dalam mendukung program-program pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan reintegrasi sosial.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun PIPAS, yang dimaknai sebagai momentum memperkuat kepedulian dan sinergi PIPAS terhadap kemajuan Pemasyarakatan di Maluku Utara. Kehadiran seluruh anggota PIPAS diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pelaksanaan pembinaan di Lapas dan Rutan.
Melalui kegiatan ini, PIPAS Kanwil Ditjenpas Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi Pemasyarakatan yang selaras dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, guna mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan berkelanjutan.





