Dobo – Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana (Sarpras) SMP Kabupaten Kepulauan Aru, Alexius C. Kufla, S.Sos., menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas partisipasi aktif para guru, pegawai, serta kepala sekolah dalam kegiatan sosialisasi peningkatan kapasitas berbasis digital yang digelar di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, baru-baru ini.
Dalam keterangannya kepada media ini di ruang kerjanya, Alexius Kufla menyampaikan, bertepatan dengan kegiatan dimaksud dirinya juga hadir mewakili Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Islam (Kabid SMPI), dan capaian hasil serta keikutsertaan para guru dan Kepsek telah menunjukan keseriusan dan kerjasama yang baik.
“Kami merasa puas dengan kegiatan ini, karena dimulai dari melakukan pembinaan data Dapodik disatuan pendidikan kita atur operatornya, kembalikan operator ke sekolah dan bukan lagi ASN yang berproses sebagai operator, tetapi tenaga honorer yang dibiayai oleh pihak sekolah melalui Dana BOS”. Ungkapnya
Ia menambahkan bahwa partisipasi para pendidik mencerminkan komitmen untuk menjadikan pendidikan di Bumi Jargaria sebagai prioritas utama. Hal ini sangat krusial untuk menjawab kebutuhan pemerintah dalam menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.
“Menurut saya kegiatan ini sangat baik, karena dimulai dari data guru dan data siswa,termasuk data sarana dan prasarana karena data siswa akan menjawab bantuan dana Bos, dan data tersebut itu harus falit”. Tandasnya
Kufla menambahkan,diharapkan kepada peserta kegiatan dimaksud agar dapat menerapkan hasil kegiatan tersebut dengan maksimal dan sebagaimana mestinya,tanpa ada indikasi lain yang berdampak terhadap capaian pendidikan di sekolah yang ada,selain itu dapat menghindari praktek kerja yang dapat dusebut sebagai tindakan melawan hukum atau adanya indikasi korupsi
“Kalau misalnya dari data siswa ada 50, tetapi di lapangan hanya 40 maka itu berarti data Dapodik itu tidak benar, karena jika ada temuan otomatis harus ada pengembalian,twrmasuk data guru dan semua urusan lainya seperti tunjangan sertifikasi dan terpencil dan kelebihan jam mengajar”. Tegasnya
Sebelum menutup pembicaraanya, Kufla juga menghimbau kepada para guru secara umum agar dapat memperhatiakn dengan baik data Dapodik yang ada pada sekolahnya masing-masing
“Jadi teman-teman yang belum ferivikasi kita lihat pada data dapodik, mulai dari pengangkatan pertama sampai terahir, kalau datanya tidak benar sering kali terjadi masalah disitu, karna itu tenaga honorer untuk operator bukan lagi ASN”. Tandasnya. (Edo01)





