TERNATE – Mengawali kalender kerja tahun 2026, jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku Utara mempertegas komitmen moralnya melalui Apel Bersama dan Penandatanganan Pakta Integritas. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, ini berlangsung khidmat di Auditorium LPKA Kelas II Ternate, Senin (5/1).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku Utara, Said Mahdar, didampingi jajaran pimpinan tinggi pratama, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Kota Ternate, termasuk Kalapas, Karutan, dan Kabapas.

Bukan Sekadar Seremonial

Penandatanganan Pakta Integritas ini menjadi momentum krusial bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Said Mahdar menegaskan bahwa dokumen yang ditandatangani tersebut merupakan janji setia kepada negara untuk menjalankan tugas secara transparan dan akuntabel.

Penandatangan pakta integritas via zoom meeting

“Pakta integritas ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan dalam kinerja sehari-hari. Ini adalah pengingat bagi kita semua untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat,” ujar Said Mahdar.

Fokus pada 15 Program Aksi Menteri

Langkah ini juga menjadi fondasi utama dalam menyukseskan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dengan semangat baru di awal tahun, seluruh jajaran diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih maju dan berorientasi pada hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh publik.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam apel tersebut meliputi:

  • Penguatan Disiplin: Menanamkan budaya kerja yang profesional di seluruh lapisan UPT.
  • Transparansi: Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari penyimpangan.
  • Pelayanan Humanis: Memastikan fungsi pemasyarakatan berjalan dengan mengedepankan hak asasi manusia.

Sinergi Lintas Unit

Melalui apel bersama ini, koordinasi antar-Unit Pelaksana Teknis di wilayah Maluku Utara diharapkan semakin solid. Stabilitas dan kerja sama lintas unit menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pemasyarakatan yang semakin kompleks di tahun 2026.

Kegiatan ditutup dengan penegasan bahwa integritas adalah harga mati dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang berwibawa dan berkelanjutan di bumi Maluku Utara.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *