Halmahera Utara – Harapan warga Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya terwujud. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara melalui Satuan Brimob secara resmi menyelesaikan pembangunan jembatan permanen yang diberi nama Jembatan Merah Putih.
Pembangunan jembatan ini merupakan respons cepat Polri atas peristiwa memilukan yang sempat viral beberapa waktu lalu. Saat itu, warga terpaksa menggotong jenazah dengan cara menyeberangi sungai yang deras akibat jembatan kayu swadaya mereka hanyut diterjang banjir.
Menanggapi situasi tersebut, Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., menginstruksikan jajarannya untuk segera turun tangan membangun infrastruktur permanen guna menjamin keselamatan akses warga.
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W., S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen nyata Polri dalam melayani masyarakat.
“Awalnya warga hanya bergantung pada jembatan kayu swadaya. Namun, akses terputus total saat jembatan tersebut hanyut diterjang banjir. Perintah Bapak Kapolda sangat jelas: bangun jembatan permanen yang kokoh agar kesulitan warga tidak terulang kembali,” tegas Wahyu dalam keterangan resminya.

Sebanyak 17 personel Satbrimob Polda Maluku Utara dikerahkan ke lokasi untuk memimpin pembangunan. Mengedepankan semangat gotong royong, personel Polri bahu-membahu bersama warga mengumpulkan material lokal seperti batu dan pasir. Jembatan dengan panjang kurang lebih 12 meter dan lebar 3 meter.
Kini, Jembatan Merah Putih telah resmi difungsikan. Kehadirannya tidak hanya memudahkan akses menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU), tetapi juga menjadi jalur vital bagi anak-anak sekolah dan mobilitas petani dalam mengangkut hasil kebun.
“Jembatan ini adalah simbol kepedulian. Bukan sekadar beton yang berdiri, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Desa Salube yang selama ini merasa terisolasi saat cuaca buruk,” tambah Kabid Humas.
Dengan selesainya pembangunan ini, duka masa lalu saat warga harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai kini telah berganti dengan rasa tenang. Jembatan ini diharapkan menjadi urat nadi baru bagi kemajuan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kecamatan Loloda Kepulauan. (Abr/Red)








