Ternate – Memanfaatkan momentum Ramadan 1447 H, Harita Nickel menggelar agenda buka puasa bersama puluhan jurnalis Maluku Utara di Ballroom Royal Resto, Ternate, Jumat (13/3/2026). Selain silaturahmi, kegiatan ini menjadi wadah dialog terbuka guna memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Mengangkat tema “Sinergi deng Kolaborasi, Maluku Utara Makin Maju”, acara ini dihadiri jajaran manajemen strategis perusahaan, termasuk Community Development Manager Broto Suwarso, VP Public & Internal Affairs Ekhel Chandra Wijaya, AVP Site Corporate Communications Joseph Sinaga, Education & Health Supervisor Ragil Pardiantoro, dan Local Media Engagement Supervisor Hijrah Ibrahim.
Dalam paparannya, Broto Suwarso menekankan pentingnya peran media agar informasi mengenai pembangunan di wilayah operasional tersampaikan secara utuh. Ia juga menguraikan sejumlah program unggulan seperti Beasiswa Harita Gemilang dan Program PELITA (Peningkatan Keahlian Keterampilan Pemuda) serta beasiswa vokasi multidisiplin.
Selain pendidikan, Harita Nickel tengah mematangkan pengembangan Permukiman Baru Desa Kawasi yang mengintegrasikan hunian dengan penguatan UMKM serta sektor agrikultur.
“Kami ingin keberadaan Harita Nickel dirasakan sebagai mitra tumbuh masyarakat. Kawasan baru di Kawasi kami dorong agar hidup secara ekonomi melalui UMKM dan sektor pertanian yang terintegrasi di laboratorium Salam Kawasi,” ujar Broto.
Pada kesempatan yang sama, AVP Site Corporate Communications Joseph Sinaga memperkenalkan produk Elektrolitik Kobalt sebagai wujud nyata hilirisasi melalui proses HPAL. Ia juga menyoroti kontribusi unit bisnis PT Cipta Kemakmuran Mitra (CKM) dalam memproduksi kapur tohor di Pulau Obi.
“Hilirisasi adalah tentang memperkuat nilai tambah dalam negeri dan membangun ekosistem nikel yang bertanggung jawab. Ini proses jangka panjang yang butuh konsistensi,” kata Joseph yang kini tengah menempuh studi pascasarjana di Monash University.
Menanggapi tantangan geopolitik global, VP Public & Internal Affairs Ekhel Chandra Wijaya menjelaskan bahwa perusahaan terus berupaya menjaga stabilitas melalui diversifikasi produk dan efisiensi. Ia menegaskan posisi strategis Pulau Obi dalam rantai pasok dunia, khususnya untuk kebutuhan bahan baku baterai.
“Stabilitas operasional dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci karena Maluku Utara memiliki peran penting dalam ekosistem nikel global,” ungkap Ekhel.
Pertemuan ini ditutup dengan penegasan komitmen Harita Nickel untuk terus menjaga transparansi informasi berbasis data faktual demi kemajuan masyarakat Maluku Utara. (Tim/Red)








