Halmahera Selatan – Siapa bilang jadi operator alat berat itu sulit? Bagi 40 pemuda asal Pulau Obi, mimpi untuk menguasai teknologi industri kini sudah di depan mata. Melalui program vokasi PELITA (Peningkatan Keahlian Keterampilan Pemuda) Angkatan IV, Harita Nickel kembali membuka jalan bagi talenta lokal untuk menjadi tenaga profesional operator alat berat bersertifikat, yang telah dimulai (17/2/2026).

Para pemuda lingkar operasional Harita Nickel di Pulau Obi antusias mengikuti program vokasi PELITA untuk meningkatkan skill yang dapat menunjang pengembangan karier.

Kali ini, fokus pelatihannya bukan sembarang keahlian, melainkan operator Overhead Crane. Sebuah posisi krusial dalam ekosistem industri hilirisasi nikel yang sedang berkembang pesat di Maluku Utara.

Program PELITA bukan cuma soal belajar memindahkan tuas atau menekan tombol. Selama tiga bulan ke depan, para peserta akan digembleng secara intensif. Tidak hanya soal teknis, mereka juga dibekali pembinaan fisik, mental, dan kedisiplinan. Tujuannya satu: membentuk etos kerja baja khas industri modern.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, memberikan ucapan selamat kepada para peserta vokasi PELITA angkatan IV.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata keberpihakan perusahaan pada warga lokal.

“Kami ingin masyarakat lokal tidak hanya jadi penonton, tapi jadi ‘tuan rumah’ yang kompeten di daerahnya sendiri yang memiliki peluang karier yang lebih baik, Terbukti, sebagian besar lulusan PELITA angkatan sebelumnya telah terserap dan bekerja” ujar Broto dengan optimisme tinggi.

Semangat ini dirasakan betul oleh La Rehan, pemuda asal Desa Soligi. Sebelumnya, ia hanya bekerja sebagai tenaga harian lepas. Kini, ia terpilih menjadi salah satu peserta yang akan dilatih secara profesional.

“Senang sekali bisa terpilih. Ini kesempatan besar buat kami yang minim pengalaman untuk punya skill industri. Semoga ini jadi batu loncatan untuk karier saya ke depan,” ungkapnya sumringah.

Deputy Department Head of Technical Support Harita Nickel, Agung Aribowo, memberikan ucapan selamat kepada para peserta vokasi PELITA angkatan IV.

Program PELITA bukan “proyek kemarin sore”. Rekam jejaknya sudah terbukti : Angkatan I mencetak 14 operator Wheel Loader, disusul Angkatan ke-II dengan 28 operator Overhead Crane yang kini bekerja di fasilitas pemrosesan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF). dan Angkatan ke-III Fokus pada penguasaan Bahasa Mandarin dengan 22 lulusan yang kini akan memasuki tahap pemagangan.

Saat ini, Harita Nickel telah menyerap sekitar 26 ribu tenaga kerja, di mana setengahnya atau 50% adalah putra-putri daerah Maluku Utara. Dengan konsistensi program PELITA, angka keterlibatan talenta lokal ini dipastikan akan terus meroket.

Melalui langkah ini, Harita Nickel tidak hanya membangun industri, tapi juga membangun manusia. Pulau Obi kini bukan sekadar titik tambang, tapi juga kawah candradimuka bagi tenaga kerja masa depan Indonesia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *