Nabire, Papua Tengah – Pengikisan bibir sungai yang kemudian disebut abrasi di Sungai Wanggar (Menou) yang terletak di Kampung Wanggar Pantai, Distrik Yaro, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, kian memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi tidak hanya mengancam lingkungan sekitar, tetapi juga telah berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, termasuk terputusnya akses jalan utama warga.
Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Tengah John NR Gobai, yang secara langsung meninjau lokasi tersebut mengungkapkan, kondisi abrasi saat ini jauh lebih parah dibandingkan dengan kunjungan sebelumnya.
“Sejak tahun 2023 saya sudah tiga kali datang ke Wanggar Pantai dan meminta agar segera ditangani. Namun hari ini saya melihat kondisinya semakin parah,” Ujar Gobai saat berada di lokasi belum lama ini.
Menurutnya, abrasi yang terus terjadi berpotensi memperluas kerusakan jika tidak segera ditangani secara serius dan menyeluruh, selain itu pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu segera mengambil langkah konkret untuk mencegah dampak yang lebih besar.
Selain merusak badan jalan, abrasi juga mengancam permukiman warga di sekitar aliran sungai. Masyarakat setempat pun mengaku khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa adanya penanganan yang jelas.
Gobai mendesak pemerintah provinsi (Pemprov) Papua Tengah maupun kabupaten Nabire untuk segera melakukan kajian teknis dan pembangunan infrastruktur pengendalian abrasi, seperti tanggul penahan dan normalisasi aliran sungai.
“Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan akses ekonomi masyarakat,” Tegasnya.
Masyarakat Wanggar Pantai berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar abrasi Sungai Wanggar dapat segera ditangani, sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal tanpa rasa khawatir akan ancaman bencana. (MnJ)









