Dogiyai, Papua Tengah– Tewasnya salah satu abdi negara atas nama Bripda Juventus Edowai yang merupakan anggota Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Dogiyai pada Selasa (31/3/2026) pukul 11.00 WIT di Depan Gereja Kingmi Ebenezer, Kampung Kimipugi, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah tersebut kuat dugaan dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Front bersenjata Kodap XI Odiyai-Dogiyai pimpinan Jonathan Makituma Pigai.““
Sesuai informasi resmi pihak Polres Dogiyai yang diterima media ini pada Rabu (01/04/2026) menyebutkan, pembunuhan terhadap Bripda Juventus Edowai tersebut, dikabarkan dilakukan menggunakan senjata tajam oleh Jonathan Makituma Pigai dan kelompoknya, selain itu pada jenazah korban ditemukan luka bacok pada bagian leher dan tangan sebelah kiri serta nyaris kehilangan kelima jari tanganya.
Dalam keteranganya, Pukul 11.00 WIT Polres Dogiyai menerima informasi jika adanya sesosok mayat yang tergelatak di parit depan Gereja Kingmi Ebenezer, sehingga dengan gerak cepat dua SSR anggota Polsek yang dipimpin Kaplsek Kamu, Iptu Yusuf Apiem tiba di TKP dan melakukan evakuasi jenazah pada Pukul 11.12 WIT dengan mengantarkan jenazah Alm. Bripda Juventus Edowai menuju RSUD Pratama dengan menggunakan Randis Polres Dogiyai, guna tahapan proses visum oleh dr. George jules Kbarek (Dokter Umum RSUD Pratama).
Usai menjalani visum dan setelah dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga, maka jenazah Bripda Juventus Edowai kemudiaan diberangkatkan menuju Kabupaten Nabire dan selanjutnya dimakamkan disana.Selain itu dilaporkan pada insiden tersebut tidak ada kerugian lain berupa harta benda milik warga.
Kejadian tersebut merupakan salah satu bentuk perlawanan pihak separatis OPM terhadap aparat keamanan baik TNi/Polri yg sering di lakukan di sejumlah wilayah Papua secara umum.Walau demikian, saat ini banyak berkembang Isue di dikalangan masyarakat luas, jika tindakan tersebut tidak merupakan perbutaan pihak OPM sehingga dikhawatirka terjadinya keributan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat khususnya dari Suku dàn pihak keluarga korban. (H-E)









