Morotai – Rektor Universitas Pasifik Morotai (Unipas), Morotai, Irfan Hi. Abd Rahman mengeluarkan seruan dan imbauan kepada seluruh masyarakat Maluku Utara agar tidak terprovokasi oleh konflik sosial yang terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah. Ia meminta masyarakat menjaga situasi agar konflik tersebut tidak meluas ke wilayah lain.

Dalam pernyataannya, Irfan menekankan pentingnya mengaktifkan kembali nilai kearifan lokal “Mari Moi Ngone Futuru” (bersatu kita kuat). Semboyan ini menekankan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi dalam kehidupan bermasyarakat serta beragama demi menjaga perekat persaudaraan.

Rektor Unipas menyatakan keprihatinan mendalam atas konflik yang pecah di Halmahera Tengah. Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketenteraman sosial adalah prasyarat mutlak bagi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

“Kami mengajak segenap saudara-saudara di Maluku Utara untuk tidak membiarkan konflik di Halmahera Tengah meluas. Tahan diri, jangan terprovokasi, dan percayakan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat penegak hukum,” ujar Rektor Unipas.

Rektor Unipas Morotai juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan bahwa penyebaran hoaks dan konten provokatif di media sosial berpotensi memperkeruh situasi dan memperluas dampak konflik ke daerah-daerah di Maluku Utara.

“Setiap informasi yang belum terverifikasi dari sumber resmi jangan langsung disebarkan. Lebih baik diam daripada menjadi penyebab meluasnya konflik,”

Dalam hibauan tersebut, Rektor menyampaikan lima poin utama. Pertama, menjaga persaudaraan dan tidak membiarkan konflik meluas. Kedua, menyerahkan sepenuhnya penanganan konflik kepada aparat penegak hukum (Polri dan TNI). Ketiga, memfilter informasi dan menolak hoaks. Keempat, mengaktifkan kembali nilai kearifan lokal masiang-masing daerah lHibualamo (persaudaraan besar), dan Maku Gawene (saling menjaga dan melindungi), dan Podiki de porigaho (saling mendukung dan bersama-sama) dan lainnya. Kelima, para tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda, pemerintah desa daerah agar bergerak cepat mengimbau warganya.

“Dengan semangat karifan bineka tunggal ika, mari kita saling menjaga satu sama lain. Konflik tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Yang menang adalah mereka yang tetap bersaudara. Yang kalah adalah mereka yang terpecah oleh amarah sesaat,”

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian di Maluku Utara secara kolektif. “Mari kita jaga Maluku Utara tetap damai. Morotai aman, Ternate teduh, Tidore rukun, Halmahera bersatu, Sula, Taliabu, dan seluruh kabupaten/kota lainnya agar kita tetap harmonis,” pungkasnya. (tim/red)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *