Buru – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Buru melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) VI pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kementerian Agama Kabupaten Buru dan dihadiri oleh para alumni serta seluruh kader KAMMI Buru dari Komisariat Iqra dan Komisariat Bupolo.

Musda VI KAMMI Buru menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi dan penguatan peran mahasiswa dalam menjawab persoalan daerah. Forum ini mengangkat isu perbaikan daerah melalui organisasi kemahasiswaan sebagai bagian dari ikhtiar kolektif menuju Buru yang bersih dan berdaya.

Ketua Koordinator Kegiatan, Sudar Solisa, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk meneguhkan kembali arah gerakan KAMMI.
“Musyawarah Daerah ini kami harapkan menjadi titik awal perbaikan daerah melalui organisasi kemahasiswaan, menuju Buru yang berserih,” ujar Sudar Solisa.

Mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan untuk Meneguhkan Peran Kader KAMMI dalam Gerakan Perbaikan yang Berkarakter dan Berdaya Menuju Buru Berseri”, Musda VI menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, intelektualitas, dan kepedulian sosial.

Dalam rangkaian musyawarah, peserta membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan, evaluasi gerakan organisasi, serta perumusan arah kebijakan KAMMI Buru ke depan. Kehadiran alumni turut memberikan motivasi dan pandangan strategis agar kader KAMMI mampu tampil sebagai agen perubahan yang konsisten memperjuangkan nilai keadilan dan kemaslahatan masyarakat.

Melalui Musyawarah Daerah VI ini, KAMMI Buru diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang visioner serta memperkuat kontribusi kader dalam gerakan perbaikan daerah, sejalan dengan cita-cita bersama menuju Kabupaten Buru yang bersih, berkarakter, dan berseri. (hmt)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *