Halmahera Selatan – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Rusdi Djalil, mengeluarkan pernyataan keras terkait adanya dugaan penyalahgunaan bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Desa Kawasi. Bantuan yang diberikan oleh pihak Harita Nickel untuk kebutuhan masyarakat tersebut disinyalir telah diselewengkan oleh oknum tertentu.
Lebih ironis lagi, Rusdi mengungkapkan bahwa bantuan tersebut diduga kuat digunakan oleh oknum warga sebagai modal operasional untuk melakukan aksi-aksi penyerangan dan provokasi terhadap pihak perusahaan.
Rusdi Djalil menilai tindakan oknum warga tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap niat baik pembangunan daerah. Menurutnya, sangat tidak masuk akal jika fasilitas yang diberikan untuk kesejahteraan justru dijadikan alat untuk merongrong stabilitas investasi di wilayah tersebut.
“Ini tindakan yang sangat tidak beretika. Di satu sisi mereka menerima manfaat dari bantuan BBM tersebut, namun di sisi lain bantuan itu justru digunakan sebagai modal untuk menyerang perusahaan. Ini namanya ‘menggigit tangan yang memberi’,” tegas Rusdi Djalil dalam keterangannya, Rabu (7/1).

Pihak Pemuda Pancasila Halsel menduga adanya mafia kecil yang bermain dalam distribusi BBM bantuan ini. Rusdi mendesak agar pihak manajemen Harita Nickel dan pemerintah desa segera melakukan evaluasi total terhadap daftar penerima manfaat.
Rusdi menekankan beberapa poin penting dalam pernyataan sikapnya:
- Verifikasi Penerima: Memastikan bantuan hanya sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan, bukan oknum provokator.
- Audit Penyaluran: Meminta transparansi agar bantuan tidak ditimbun atau diperjualbelikan demi kepentingan kelompok tertentu.
- Stabilitas Kawasan: Menegaskan bahwa segala bentuk aspirasi harus dilakukan secara elegan, bukan dengan memanfaatkan bantuan sosial untuk membiayai aksi destruktif.
Sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan di Halmahera Selatan, Rusdi Djalil menyatakan komitmennya untuk menjaga iklim investasi yang sehat di lingkar tambang, sembari memastikan hak-hak masyarakat asli tidak dikebiri oleh kepentingan segelintir oknum warga.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat hak warga Kawasi dirampas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Harita Nickel sudah memberikan kontribusinya, maka tugas kita semua adalah memastikan kontribusi itu sampai ke tangan yang tepat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak MPC Pemuda Pancasila Halsel terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan guna memperkuat laporan terkait penyalahgunaan bantuan tersebut agar segera diproses secara hukum maupun administratif.





