Langgur — Bazar pembangunan Masjid An-Nur Banda Efruan yang digelar di wilayah Langgur menjadi bukti nyata kuatnya praktik toleransi dan gotong royong masyarakat setempat. Kegiatan ini bukan sekadar upaya penggalangan dana, melainkan representasi partisipasi kolektif dalam mendukung fasilitas keagamaan.

Kehadiran Ketua Panitia Pembangunan, Daud Madilis, disambut langsung oleh Kepala Desa (Ohoi) Langgur, Hironimus J.S. Dumatubun. Sambutan hangat ini menunjukkan dukungan struktural pemerintah desa terhadap inisiatif masyarakat sipil dalam pembangunan rumah ibadah.

Bazar ini dirancang dengan mengedepankan prinsip modal sosial (social capital). Keterlibatan aktif panitia, unsur pemuda, hingga masyarakat umum menunjukkan bahwa pembangunan Masjid An-Nur memiliki dimensi sosial dan kultural yang mendalam bagi warga Langgur.

Kepala Desa Ohoi Langgur, Hironimus J.S. Dumatubun, menegaskan bahwa peran pemerintah desa adalah sebagai fasilitator pembangunan berbasis komunitas. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial dan nilai-nilai toleransi antarumat beragama yang selama ini telah terjaga dengan baik di wilayah tersebut.

Dalam keterangannya, Daud Madilis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan semua pihak.

“Kegiatan ini adalah manifestasi tanggung jawab sosial kita bersama. Masjid An-Nur bukan hanya pusat ibadah, tapi juga ruang sosial bagi masyarakat Banda Efruan,” ujar Daud.

Secara sosiologis, bazar ini merupakan bentuk “toleransi aktif”. Perbedaan latar belakang tidak menjadi sekat, melainkan menjadi pemersatu dalam kerja sama kolektif. Melalui kegiatan ini, diharapkan kontribusi yang terkumpul tidak hanya membantu penyelesaian fisik bangunan masjid, tetapi juga mempererat ikatan persaudaraan dan stabilitas sosial di Langgur secara berkelanjutan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *