Nabire, Papua Tengah – Kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, ke Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah pada Senin (20/04/2026), berlangsung aman dan mendapat respon dan antosias baik warga.
Setelah tiba dan meninjau Bandara Douw Aturure, rombongan Wapres tidak menyempatkan waktu untuk singgah dan bersilaturahmi dengan para murid serta guru pegawai SMAN 1 Nabire walau sediahnya telah dijadwalkan dalam rute kunjungan tersebut. Kendati lokasi sekolah SMAN 1 Nabire yang berada pada Poros jalan RE Martadinata, Kelurahan Nabarua itu telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut.
Kepala SMAN 1 Nabire, Yanus Arwam kepada media ini Senin 20/04/2026 di Nabire menyampaikan, sebelum kehadiran Wapres Mas Gibran, telah ada tim dari Wapres yang datang ke sekolah hendak melakukan survei lokasi, termasuk pengecekan situasi keamanan di lingkungan sekolah untuk memastikan Wapres Mas Gibran menyempatkan diri singgah sejenak dan bertemu para murid dan guru pada sekolahnya, namun akhirnya adanya perubahan jadwal sehingga Wapres tidak sempat singgah.
“Dari tim mereka sudah datang melihat dan survei situasi keamanan di SMA 1, tapi mungkin karena agenda padat, tadi malam ada perubahan sehingga beliau dari bandara langsung ke pelabuhan”. Ungkap Yanus.
Meski kunjungan tidak terlaksana, pihak sekolah mengaku sempat berharap Wapres dapat singgah walau hanya beberapa menit untuk menyapa para siswa.
“ Kami sempat minta kalau bisa beliau singgah sebentar saja, mungkin lima menit untuk foto bersama. Apalagi ada informasi dari tim bahwa ada bingkisan untuk anak-anak, jadi mereka sangat antusias”. Tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, rombongan Wapres langsung melanjutkan agenda menuju pelabuhan tanpa mampir ke sekolah SMAN 1 Nabire. Namun demikian, sejumlah siswa dan guru SMAN 1 Nabire masih berkesempatan bertemu dan bersalaman langsung dengan Wapres Gibran di lokasi terdekat.
Kunjungan kerja Wapres ke Nabire sendiri diketahui bertujuan untuk memastikan percepatan pembangunan di wilayah Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah. (MnJ).









