Dobo, Maluku – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru,Provinsi Maluki melaksanakan monitoring Upacara dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah (HUT OTDA) yanb Ke-30 Tahun 2026 pada Senin 27/04/ 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di lapangan Kantor Bupati, Jl. Pemda, Kel. Siwalima, Kec. Pulau-pulau Aru, Kab. Kepulauan Aru. Dengan Sorotan tema “Dengan Otonomi Daerah kita wujudkan Asta Cita”.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati, Wakil Ketua DPRD Kepulauan Aru Udin Baselgeway, Kejari Kepulauan Aru yang diwakili Kasiintel Kejaksaan Negeri Dobo Faisal Adhyaksa, SH. Danramil 1503-03/Dobo, Kapten Inf Hj. Bakri Renhoat. Wadanyon Teritorial Pembangunan (TP) Kapten Inf. Adam Prawira, Komandan Lanal Aru diwakili KKM KAL P. Trangan lll-09-06, Lettu Laut (T) Kuat Prayitno, Danki Brimob Kie II Yon C Pelopor Dobo, Iptu J.C Kalahatu, S.H. Danpos AU Kep.Aru, Letda Lek Surya Darmawan, serta para Kadis, Asisten Sekda, Para Pimpinan OPD, dan Para Staf Pemda Kab. Kepulauan Aru.
Sementara itu yang berindak sebagai Inspektur upacara, Wakil Bupati Kepulauan Aru Drs. Moh. Djumpa, M.Si, Perwira upacara, Staf ahli SDM dan Kemasyarakatan Gabriel Morwarin, S.Pi.
Selain itu sebagai Komandan upacara Kepala Inspektorat Kabupaten Kepulauan Aru. Calistus Heatubun.
Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Kab. Kep Aru Drs. Moh. Djumpa membacakan Sambutan mentri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian sekaligus mengucapkan terimah kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terlaksananya Otda dimaksud.
“Melalui momentum yang berbahagia ini, saya menyampaikan salam sekaligus apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, para tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta seluruh elemen bangsa yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia”. Ujar Moh Djumpa mengutip sambutan Mendagri.
Dikatakanya, Indonesia adalah negara besar, bukan hanya dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk, melainkan juga dari keragaman budaya, sumberdaya alam, dan potensi daerahnya. Namun kehebatan ini tidak akan banyak berarti jika tidak dibarengi dengan sinergi dan kolaborasi yang solid antar tingkatan pemerintahan.
“Berdasarkan hal ini, sinergi pusat dan daerah merupakan sebuah keniscayaan untuk mencapai cita-cita bangsa sebagaimana telah dituangkan dalam konstitusi kita. Sejalan dengan semangat kolaborasi tersebut, Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX tahun 2026.” Tambahnya.
Selain itu tema tersebut mengandung makna yang melambangkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, untuk secara bersama-sama mewujudkan Asta Cita yang merepresentasikan harapan bangsa Indonesia dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan dapat tercapai secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam
keberhasilan pembangunan nasional.
“Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa kesatuan visi, arah kebijakan strategis serta langkah implementasi yang sinkron dan berkelanjutan di setiap tingkatan pemerintahan menjadi salah satu kekuatan utama Bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan besar menuju Indonesia Emas”. Jelasnya. (Edo01)









