Nabire, Papua Tengah – Keluarga Almarhumah Oktopina Obaipa mendesak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nabire,Provinsi Papua Tengah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan yang diberikan kepada para pasien.
Desakan ini muncul setelah Oktopina Obaipa meninggal dunia bersama bayi yang masih berada dalam kandungannya usai menjalani tindakan operasi sebanyak dua kali di RSUD Kabupaten Nabire pada Jumat 10/07/2026. Peristiwa tersebut menimbulkan duka mendalam bagi keluarga sekaligus memunculkan pertanyaan terkait proses penanganan medis yang dilakukan selama pasien menjalani perawatan.
Pihak keluarga menilai perlu adanya evaluasi dan klarifikasi dari rumah sakit guna memastikan bahwa seluruh prosedur pelayanan dan tindakan medis telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
“Kami meminta pihak RSUD Kabupaten Nabire melakukan evaluasi secara menyeluruh dan transparan, mulai dari jajaran pimpinan rumah sakit, dokter yang menangani pasien, hingga tenaga perawat yang terlibat dalam proses pelayanan kesehatan,” Ujar Akulian.
Keluarga juga berharap pihak rumah sakit dapat memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi penanganan pasien serta hasil evaluasi yang dilakukan, pasalnya menurut keluarga, langkah tersebut penting untuk memberikan kejelasan atas peristiwa yang terjadi dan sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Kabupaten Nabire belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan evaluasi yang disampaikan oleh keluarga almarhumah.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat yang berharap adanya pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab dalam menangani setiap pasien yang membutuhkan perawatan medis.
Reporter : Melkias Obaipa.
Editor : Elf.









