Nabira, Papua Tengah – Minuman keras (miras) bukan bagian dari budaya asli masyarakat Papua, sehingga keberadaan dan peredaran miras telah membawa banyak dampak negatif bagi kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda Orang Asli Papua (OAP).

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Ummat Provinsi Papau Tengah Oya Pigome kepada media ini Selasa 28/07/2026 di Nabire.

Ia mengatakan, budaya Papua sejak dahulu dikenal dengan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap adat istiadat, serta kehidupan sosial yang menjunjung tinggi persaudaraan. Karena itu, ia menilai miras tidak memiliki hubungan dengan identitas maupun warisan budaya masyarakat Papua.

“Miras bukan budaya Papua, dan minuman keras tidak pernah menjadi bagian dari adat dan jati diri masyarakat Papua. Sebaliknya, miras justru menjadi salah satu penyebab berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat,” Ujarnya.

 

Dijelaskan, konsumsi minuman keras sering kali memicu berbagai masalah, mulai dari konflik dalam keluarga, tindak kekerasan, gangguan keamanan, hingga menurunnya kualitas hidup generasi muda. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menghambat pembangunan sumber daya manusia Papua di masa depan.

Oya Pigome juga menyoroti dampak miras terhadap kehidupan adat dan sosial masyarakat. Ia menilai peredaran minuman keras yang tidak terkendali dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat serta mengancam masa depan anak-anak muda Papua yang seharusnya menjadi penerus pembangunan daerah.

“Kita harus menjaga generasi muda Papua dari pengaruh negatif minuman keras. Anak-anak muda adalah harapan masa depan Papua. Jangan biarkan mereka kehilangan masa depan karena terjerumus dalam konsumsi miras,” Tegasnya.

Selaku orang asli Papua Oya Pigome mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta aparat terkait untuk bersama-sama menolak peredaran minuman keras dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkannya.

Dirinya berharap, adanya langkah nyata dan kerja sama dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat Papua, khususnya bagi generasi muda Orang Asli Papua.

“Kita harus bersatu menyelamatkan generasi Papua. Dengan menolak peredaran miras, kita sedang menjaga masa depan anak-anak Papua dan melindungi keberlangsungan masyarakat adat Papua,” Tutupnya.

 

Reporter : Melkias Obaipa.

Editor : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *