Nabire, Papua Tengah– Berbagai persoalan yang dihadapi Sekolah Dasar (SD) Negeri Inpres Kaliharapan, Distrik Nabire, Provinsi Papua Tsngah kini menjadi perhatian serius dalam rapat bersama orang tua/wali murid menyambut Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di ruang kelas sekolah tersebut, Sabtu 01/08/2026.

Rapat tersebut turut dihadiri Daniel Mumakapa, selaku Anggota DPRK Nabire Komisi B. Dalam kesempatan itu, pihak sekolah bersama orang tua murid menyampaikan sejumlah kebutuhan dan keluhan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan.

Beberapa persoalan yang disampaikan antara lain perlunya pembangunan pagar sekolah di bagian depan, belakang, serta sisi kiri dan kanan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tertib bagi peserta didik.

Selain itu, kondisi bangunan sekolah juga membutuhkan renovasi. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan, sementara sekolah masih kekurangan ruang kepala sekolah, ruang guru, kantor administrasi, gudang yang layak, serta ruang operator sekolah, dilain sisi fasilitas belajar juga dinilai masih sangat terbatas, beberapa ruang kelas belum memiliki meja dan kursi yang memadai, sehingga mengganggu proses belajar mengajar.

Dalam rapat tersebut, orang tua murid juga mengusulkan bantuan sekitar 1.500 paket seragam sekolah, seragam batik, dan sepatu bagi para siswa untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Keamanan sekolah turut menjadi perhatian karena hingga kini SD Negeri Inpres Kaliharapan belum memiliki tenaga satuan pengamanan (satpam). Orang tua dan pihak sekolah berharap pemerintah dapat menyediakan tenaga keamanan demi menjaga aset sekolah dan keselamatan warga sekolah.

Di sisi lain, kondisi listrik dan ketersediaan air bersih juga menjadi kebutuhan mendesak. Pihak sekolah berharap adanya dukungan pemerintah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.

Orang tua murid juga mengeluhkan kurangnya kenyamanan lingkungan sekolah akibat masih adanya oknum dari luar yang masuk ke area sekolah dan mengonsumsi minuman beralkohol. Kondisi tersebut dinilai mengganggu keamanan serta kenyamanan peserta didik dan para guru.

Dari sisi tenaga pendidik, SD Negeri Inpres Kaliharapan saat ini memiliki 5 guru berstatus PNS, 7 guru PPPK, dan 2 guru honorer. Meski demikian, sekolah masih membutuhkan tambahan tenaga operator sekolah serta guru Pendidikan Jasmani (Penjas).

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota DPRK Nabire Komisi B, Daniel Mumakapa menyatakan, akan memperjuangkan seluruh kebutuhan sekolah melalui fungsi pengawasan dan penganggaran di DPRK Nabire. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nabire, khususnya Dinas Pendidikan, dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi SD Negeri Inpres Kaliharapan agar kualitas pelayanan pendidikan semakin baik.

Pihak sekolah dan orang tua murid berharap seluruh usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan didukung sarana prasarana yang memadai.

 

Reportet. : Melkias Obaipa.

Editor : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *