Sofifi, Maluku Utara – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Maluku Utara terus mematangkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi daerah. Setelah sukses menembus posisi 10 besar nasional pada penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID), Balitbangda kini membidik target yang lebih tinggi, yakni masuk dalam jajaran 5 besar nasional serta meraih predikat daerah Sangat Inovatif.
Kepala Balitbangda Provinsi Maluku Utara, Hi. Ruslan Bian, menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan sebagai respons atas dinamika kenaikan standar penilaian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Batas minimal skor untuk kategori Sangat Inovatif dinaikkan dari 60 menjadi 65. Maluku Utara berhasil mengamankan skor 63 dan naik ke peringkat 10 nasional, namun penyesuaian threshold pusat tersebut menuntut perbaikan kinerja inovasi yang lebih masif.
Sebagai langkah konkret, Balitbangda berencana mengadopsi dan mereplikasi program best practice berbasis digitalisasi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni inovasi Jatim Berdasi. Langkah amati, tiru, dan modifikasi (ATM) ini diharapkan mampu mendorong efisiensi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di Maluku Utara.
Selain mempersiapkan replikasi inovasi luar daerah, Balitbangda juga terus menginventarisasi serta memverifikasi secara faktual berbagai produk inovasi lokal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satu contoh inovasi yang menonjol adalah program GAPURA (Gerbang Pasar Murah) yang diusung oleh Dinas Perindag Pemprov Malut untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan dampak ekonomi masyarakat.
Ruslan Bian menambahkan, proses verifikasi dan penginputan bukti (evidence) inovasi saat ini tengah dipersiapkan sembari menunggu pembukaan dashboard aplikasi resmi Indeks Inovasi Daerah dari Kemendagri. Setiap OPD disyaratkan memenuhi kelengkapan dokumen administratif, seperti Keputusan Gubernur, rekam jejak pelaksanaan, indikator manfaat ekonomi masyarakat, dokumentasi foto dan video, hingga penyusunan naskah akademis atau narasi substansi minimal 3.000 kata serta bukti publikasi media.
Melalui sinergi antar-OPD dan pemenuhan evidence yang ketat, Balitbangda optimistis Maluku Utara mampu melampaui target nilai mandiri di atas 65. Capaian ini tidak hanya bertujuan meraih penghargaan nasional dan potensi Insentif Fiskal Daerah (DID), melainkan juga memastikan keberlanjutan dampak nyata inovasi bagi masyarakat Maluku Utara.
Editor : Sam.






