Ternate — Pengurus Besar Makeang-Kayoa (PB MAKAYOA) Maluku Utara terus memperkuat konsolidasi internal serta mematangkan persiapan teknis dan substansial menjelang gelaran Musyawarah I PB MAKAYOA yang dijadwalkan berlangsung pada akhir November atau awal Desember 2026 mendatang.

Persiapan perhelatan musyawarah organisasi paguyuban ini diawali dengan pertemuan koordinasi terbatas jajaran pengurus, pimpinan panitia, serta para tokoh dan sesepuh Makeang-Kayoa guna menyelaraskan persepsi awal demi suksesnya agenda strategis tersebut.

Ketua Steering Committee (SC), Drs. H. Djafar Umar, MM, menjelaskan bahwa mekanisme Musyawarah I PB MAKAYOA akan dilaksanakan secara terbuka, transparan, serta tetap mengedepankan asas kekeluargaan dan musyawarah mufakat.

“Tim penjaringan bakal calon ketua PB MAKAYOA terdiri dari 3 (tiga) orang. Tim ini yang akan menyurat secara resmi ke pengurus MAKAYOA di tingkat kabupaten/kota se-Maluku Utara untuk mengusulkan nama-nama calon yang dijagokan maju,” ujar Djafar Umar.

Ia juga menambahkan bahwa dalam proses persidangan musyawarah nanti, sidang akan dibagi ke dalam dua komisi utama, yakni Komisi AD/ART dan Komisi Program Kerja. Hasil rumusan dari kedua komisi ini nantinya diserahkan langsung kepada Ketua Umum PB MAKAYOA terpilih sebagai pedoman dan garis-garis besar arah kebijakan organisasi ke depan.

Sebagai langkah taktis dan krusial, Panitia Pelaksana Musyawarah I PB MAKAYOA mengundang seluruh jajaran panitia, tokoh, dan sesepuh untuk hadir dalam Rapat Lanjutan yang digelar pada Rabu (04/11/2026) malam ini pukul 20.30 WIT bertempat di Syamatira Café, Ternate.

Ketua Panitia Pelaksana Musyawarah I PB MAKAYOA, Ir. H. Abuhari Hamzah, menekankan pentingnya rapat konsolidasi malam ini untuk memastikan seluruh struktur kepanitiaan siap menjalankan setiap mekanisme organisasi dengan baik dan benar, sekaligus menetapkan tanggal pasti pelaksanaan Musyawarah I PB MAKAYOA.

“Kita ingin memberikan contoh yang baik bagi generasi muda MAKAYOA bahwa seperti inilah aturan main dalam bermusyawarah, agar mereka belajar cara berdemokrasi yang santun, bermartabat, dan berorientasi pada persatuan,” ungkap Abuhari.

Abuhari juga berharap seluruh panitia serta para penerima undangan dapat meluangkan waktu untuk hadir demi memberikan masukan dan saran konstruktif. (Tim/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *