Langgur – Tokoh Pemuda Ohoijang, David D. Angelo Koanyanan menyoroti adanya kontradiksi yang tajam antara dukungan pihak eksternal dengan realita di tingkat pemerintahan Ohoi Ohoijang,Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku.

Menurutnya, langkah panitia musyawarah sebenarnya telah memiliki legitimasi kuat setelah melakukan audiensi dengan berbagai stakeholder kunci.

“Langkah dan Upaya penataan kembali wadah kepemudaan di Ohoi Ohoijang itu kini berada di titik nadi, pasalnya rencana besar pelaksanaan Musyawarah Pemuda Ohoijang yang diharapkan menjadi momentum rekonsiliasi dan pemberdayaan generasi muda justru terjebak dalam ketidakpastian akibat minimnya komitmen dari Pemerintah Ohoi Ohoijang”.

Salah satu dukungan paling signifikan datang dari Kapolres Maluku Tenggara. Pihak Kepolisian memandang organisasi pemuda sebagai mitra strategis untuk menjaga stabilitas keamanan, terutama dalam meminimalisir potensi bentrokan horizontal yang kerap melibatkan kaum muda.

“Sayangnya, antusiasme kepolisian ini tidak berbanding lurus dengan sikap Pemerintah Ohoi Ohoijang yang terkesan menutup diri dan tidak memberikan dukungan nyata terhadap kerja-kerja panitia” ujar Angelo kepada media, Rabu (31/12)

Angelo menilai, ketidakjelasan sikap pemerintah desa berdampak langsung pada kinerja panitia pelaksana yang kini terlihat kehilangan arah. Ia menegaskan bahwa posisi Ohoijang sebagai pusat administrasi dan ekonomi kabupaten seharusnya menjadikan penataan pemuda sebagai prioritas utama.

“Sebagai Ohoi yang terletak di jantung ibu kota kabupaten, pemuda Ohoijang seharusnya memiliki wadah resmi untuk mengembangkan potensi dan terlibat dalam pemberdayaan ekonomi”. Paparnya

Tanpa struktur organisasi yang jelas, ia khawatir pemuda hanya akan menjadi objek dinamika sosial tanpa memiliki sistem yang mampu meredam gesekan atau menyalurkan kreativitas ke arah positif.

Lebih lanjut, Angelo menegaskan bahwa membiarkan kevakuman organisasi pemuda di wilayah se-sentral seperti Ohoijang adalah sebuah langkah mundur yang berisiko tinggi terhadap keamanan wilayah.

“Jika tarik ulur kepentingan ini terus dibiarkan tanpa ada intervensi dan niat baik dari Pemerintah Ohoi, maka cita-cita untuk menciptakan stabilitas dan kemandirian pemuda akan berakhir di atas kertas,” tandasnya

Kini, Publik menunggu keberanian dan kebijakan nyata dari Pemerintah Desa Ohoijang untuk segera memberikan dukungan penuh. Harapannya, musyawarah dapat segera terlaksana sehingga kepengurusan pemuda yang sah dapat terbentuk demi kepentingan jangka panjang wilayah tersebut. ( MP01 )

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *