Nabire, Papua Tengah– Kepala Suku Siriwo, Otto Magai, menolak pemasangan papan nama dan rencana pembangunan pos TNI di wilayah Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Penolakan tersebut disampaikan saat aksi damai di halaman Kantor DPR Papua Tengah, Kabupaten Nabire, Senin 10/08/2026.

Dalam penyampaiannya Otto menyampaikan, masyarakat adat Simapitowa tidak pernah memberikan izin kepada pihak TNI untuk memasuki dan memasang papan nama di wilayah hak ulayat masyarakat.

“Kami tidak pernah membuka atau memberikan izin untuk pembangunan pos TNI di Siriwo. Papan nama yang dipasang di wilayah hak ulayat harus segera dicabut,” Ujar Otto.

Ia juga menyinggung dugaan pemberian uang sebesar Rp150 juta kepada Kepala Dusun Siriwo, Tobias Tagi. Menurutnya, persoalan tersebut perlu diperjelas agar tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Otto meminta papan nama yang disebut dipasang di KM 95 dan KM 102 segera dicabut apabila tidak melalui persetujuan pemilik hak ulayat.

“Kami meminta DPR Papua Tengah mengakomodasi apa yang disampaikan masyarakat adat Simapitowa. Aspirasi masyarakat harus diperhatikan dan ditindaklanjuti,” Katanya.

Reporter : Melkias Obaipa.
Editor : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *