Dogiyai, Papua Tengah – Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) menggelar aksi demonstrasi serentak di Kabupaten Dogiyai pada Jumat, 10/07/2026. Aksi tersebut dilangsungkan dengan mengusung tema “Papua: Krisis Kemanusiaan dan Teror Militerisme” sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap situasi keamanan dan kemanusiaan yang terjadi di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Dogiyai.
Penanggung jawab aksi Marius Petege, menyampaikan bahwa, masyarakat Dogiyai hingga kini masih hidup dalam bayang-bayang trauma akibat berbagai peristiwa yang berkaitan dengan operasi dan kehadiran aparat keamanan di wilayah tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut telah menimbulkan dampak sosial maupun psikologis yang dirasakan oleh masyarakat sipil.
“Kami melihat masyarakat masih mengalami ketakutan dan trauma. Karena itu, melalui aksi ini kami ingin menyuarakan kondisi yang dialami warga serta mendorong adanya perhatian serius terhadap situasi kemanusiaan di Dogiyai,” Ujar Petege dalam orasinya.
Untuk menyampaikan aspirasi tersebut, IPMADO membagi massa aksi ke dalam empat titik konsentrasi. Sejak pagi hari, jalannya aksi di Kota Moanemani, Kabupaten Dogiyai, mendapat pengawalan dari aparat keamanan yang terdiri dari personel TNI dan Polri. Berdasarkan pantauan massa aksi, pengamanan dilakukan dengan melibatkan tujuh unit kendaraan dan satu unit truk.
Meski berada dalam pengawalan ketat aparat keamanan, aksi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Massa aksi menyampaikan orasi serta membacakan pernyataan sikap yang berisi sejumlah tuntutan terkait persoalan kemanusiaan dan situasi keamanan di Papua, khususnya di Kabupaten Dogiyai.
Usai menyampaikan aspirasi di titik aksi, massa bergerak menuju Kantor Bupati Dogiyai dengan tujuan menyerahkan pernyataan sikap secara resmi kepada pemerintah daerah. Namun hingga aksi berakhir, pihak Pemerintah Kabupaten Dogiyai maupun DPRD Kabupaten Dogiyai tidak berada di tempat, sehingga dokumen pernyataan sikap belum dapat diserahkan secara langsung.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang telah disampaikan akan terus dikawal dan diperjuangkan melalui langkah-langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku.
IPMADO berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi kemanusiaan yang tengah dihadapi masyarakat Dogiyai.
Reporter : Melkias Obaipa.
Editor : Elf.









