Jakarta – Upaya memperjuangkan pengakuan negara terhadap jasa-jasa tokoh pergerakan nasional asal Maluku, Abdul Muthalib Sangadji, terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Salah satu langkah penting dilakukan oleh Kamil Mony yang menyerahkan buku biografi Abdul Muthalib Sangadji kepada Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sebagai bentuk penguatan literasi sejarah sekaligus dukungan terhadap proses pengukuhan Sangadji sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2026.
Penyerahan buku tersebut oleh Kamil Mony yang juga cicit tokoh A.M.Sangadji dan Founder Abdoel Moethalib Sangadji Institute menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kembali kiprah Abdul Muthalib Sangadji kepada generasi bangsa dan para pemangku kebijakan. Melalui buku biografi tersebut, berbagai catatan sejarah mengenai perjuangan Sangadji dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, membangun kesadaran kebangsaan, serta memperjuangkan keadilan sosial bagi rakyat diangkat kembali ke ruang publik.
Kamil yang juga cicit tokoh A.M.Sangadji dan Founder Abdoel Moethalib Sangadji Institute menyampaikan bahwa penyerahan buku ini bukan sekadar simbolis, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar keluarga besar dan masyarakat Maluku untuk memastikan jasa-jasa Abdul Muthalib Sangadji mendapat tempat yang layak dalam sejarah nasional. Menurutnya, pengakuan terhadap para pejuang bangsa merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang republik yang dibangun oleh tokoh-tokoh dari berbagai daerah di Indonesia.
Abdul Muthalib Sangadji dikenal sebagai tokoh pergerakan nasional yang aktif dalam Sarekat Islam dan turut berjuang bersama sejumlah tokoh besar bangsa. Ia juga tercatat memiliki kontribusi dalam perjuangan kemerdekaan serta perumusan dasar-dasar kebangsaan Indonesia. Berbagai pihak di Maluku dan tingkat nasional terus mendorong agar jasa-jasa beliau memperoleh pengakuan resmi melalui penganugerahan gelar Pahlawan Nasional.
Dukungan terhadap pengusulan Abdul Muthalib Sangadji sebagai Pahlawan Nasional terus menguat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan menilai bahwa kontribusi Sangadji dalam perjuangan bangsa memiliki nilai historis yang besar dan layak mendapatkan penghargaan tertinggi dari negara.
Melalui penyerahan buku biografi kepada Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kamil Mony berharap semangat perjuangan Abdul Muthalib Sangadji dapat terus menginspirasi generasi muda Indonesia. Langkah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa sejarah bangsa dibangun oleh banyak tokoh dari seluruh penjuru Nusantara yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, dan hidupnya demi kemerdekaan Indonesia.
“Pengakuan terhadap jasa para pejuang bukan hanya soal penghargaan kepada masa lalu, tetapi juga tentang menjaga ingatan kolektif bangsa untuk masa depan,” ujar Kamil Mony dalam kesempatan tersebut. (~sw)









