Dobo, Maluku – KM. Labobar yang sediahnya merupakan salah satu kapal milik PT.Pelni Indonesia yang sesuai rute ditugaskan untuk melayani arus penumpang wilayah timur indonesia dikabarkan akan menjalani docking tahunan, kondisi tersebut telah diantisipasi oleh pihak Pelni Dobo terhadap nasib para calon penumpang di Dobo Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, KM.Labobar dijadwalkan akan mulai menjalani docking tahunan pada tanggal 27 Juli mendatang.
Sementara itu Idham F.Gemilang SE, selaku Kepala Cabang Pelni Dobo kepada media ini di ruang kerjanya 21/07/2026 menyampaikan, sesuai kondisi dan arus penumpang pada pelabuhan Yos Sudarso Dobo bahwa, banyaknya calon penumpang yang sangat membutuhkan jasa pelayaran KM.Labobar sehingga pihaknya ke depan akan terus melakukan koordinasi untuk mendapatkan kapal pengganti ketika KM.Labobar akan menjalani docking tahunan tersebut.

“Dok tanggal 27 Julli bulan depan sesuai jadwal Ahir bulan Juli, kapal yang ada hanya sisa tiga buah kapal yaitu KM Tatamailau, KM Sirimau dan KM Leuser. Untuk melayani penumpang Surabaya Tanjung Priuk belum ada kapal pengganti”. Tuturnya.

Ia mengatakan, dengan kondidi arus penumpang dan kebutuhan calon penumpang, maka pihaknya kini tengah mengambil langkah melalui tahapan koordinasi dengan kantor pusat Pelni dan pihak Pemda Kabupaten Kepulauan Aru demi mencari solusi atas kondisi dimaksud.

“Sebagai kepala cabang Pelni Dobo, kami telah melakukan kordinasi dengan pimpinan pusat tetapi informasi yang kami terima belum bisa, kecuali ada surat permintaan kebutuhan kapal yang diminta oleh Pemda disini, karna itu belum lama ini kami telah menyurati Pemda terkait hal dimaksud dengan nomor surat., 06.12/01 S-B/KC.33/2026 Prihal, Pemberitahuan kapal Docking.” Ungkapnya.

Kendati Pelni Dobo telah melayangkan surat kepada pihak Pemda Kab.Kep Aru sebagai bentuk koordinasi namun hingga kini belum ada tanggapan balik atas surat tersebut.

” Saat surat masuk Bapa Bupati sedang keluar daerah, dan sampai saat ini surat kami belum dibalas dan untuk itu kami berharap Pemda tolong bantu kami Surati Dirjen perhubungan pusat dan tembusanya kepada kami Pelni Cabang Dobo.” Harapnya.

Dikatakanya, sesuai docking yang sering dijadwalkan berlangsug selama dua minggu, namun dalam kenyataanya sering molor dan bisa memakan waktu hingga satu bulan penuh dan bisa lebih, sehingga dengan kondisi demikian cukup berpeluang mengganggu rencana dan jadwal keberangkatan calon penumpang yang hendak bepergian pada waktu yang telah diremcanakan.

” Memang doking ini biasanya 2 Minggu, tetapi pelaksanaanya paling satu bulan lebih, tidak mungkin waktu dua Minggu sesuai jadwal, dan ini penumpang yang ke Surabaya dan Jakarta pasti mereka tidak dapat palayanan.” Pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemda Aru belum dapat dikonfirmasi guna menyampaikan keterangan atas koordinasi Pelni Dobo terkait kebutuhan para calon penumpang tetsebut. (Edo01)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *