Nabire, Papua Tengah– Pemerintah Kabupaten Nabire meresmikan Asrama Anak-Anak Auye di Sanoba Bawah, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah pada Sabtu 04/07/2026. Dalam kesempatan itu, Pendeta Sir John Crysoston Bani, S.Th., membagikan kisah perjalanan panggilannya hingga mengabdi di tengah masyarakat Suku Auye.

Sir John mengungkapkan, kerinduannya melayani di Papua bermula saat menempuh pendidikan di sebuah sekolah tinggi teologi di Jakarta pada 1995. Saat itu ia membaca sebuah buku berjudul Anak Perdamaian yang menceritakan pengorbanan para misionaris di Tanah Papua.

“Buku itu membuat saya merasa terpanggil untuk melayani di Papua, meski saat itu saya belum mengetahui daerah mana yang akan saya tuju,” Ujarnya.

Menjelang kelulusannya pada tahun 2000, almarhum Andreas Sunarto, yang saat itu menjabat Bupati Paniai, mengunjungi asrama tempatnya tinggal dan menanyakan keseriusannya untuk melayani di Papua. Dalam pertemuan itu, Andreas memperkenalkan dua suku di wilayah Nabire, yakni Suku Keuw dan Suku Auye.

Setelah mengetahui bahwa Suku Auye merupakan salah satu komunitas yang sulit dijangkau, Sir John memutuskan untuk melayani di wilayah tersebut. Meski belum tersedia dukungan pendanaan, ia tetap berangkat ke Nabire dengan biaya hidup dan pelayanan yang ditanggung sendiri, dimana perjuangan itu membawanya bersama sebuah tim pelayanan hingga pertama kali tiba di wilayah Taumi, kawasan pedalaman Suku Auye, pada September 2002.

Sejak saat itu, Sir John mengaku menjalankan pelayanan tanpa donatur tetap maupun gaji dari lembaga mana pun. Namun, ia tetap melanjutkan pengabdian dengan keyakinan bahwa Tuhan memberikan kekuatan untuk melayani masyarakat Auye.

Setelah Yayasan yang sebelumnya menaunginya tidak lagi aktif, Sir John membentuk Tim Papua For Yesus Tuhan (PaForYT). Tim tersebut mengembangkan pelayanan holistik yang tidak hanya memberitakan Injil, tetapi juga mengajarkan baca tulis serta berbagai kegiatan pembinaan masyarakat.

Selanjutnya, pada Oktober 2020, ia mendirikan Yayasan Berseri Kasih Terpadu (YABERKAT). Menurutnya, pada Desember 2021 Yayasan tersebut menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nabire di bawah kepemimpinan bupati saat itu untuk memberdayakan masyarakat Suku Auye menuju kemandirian melalui berbagai program pelayanan dan pembangunan.

Penulis : Melkias Obaipa.

Editot : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *