Manokwari, Papua Barat– Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) akan menggelar aksi long march bertajuk “Darurat Papua” pada Selasa, 07 Juli 2026, di Kota Manokwari. Aksi tersebut akan mengangkat isu penolakan terhadap praktik militerisme di Papua, dengan fokus pada situasi di Kabupaten Intan Jaya.

Koordinator Lapangan (Korlap) IMPT, Noak Miagoni menyampaikan, aksi dimaksud akan dimulai pukul 08.00 WIT hingga selesai. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan arahan kepada peserta aksi di Sekretariat IMPT pada Senin 06/07/2026.

Menurut Noak Miagoni, peserta aksi akan berkumpul di titik pertama di Amban Mbamar, kemudian bergerak menuju titik konsentrasi kedua di Lurah Amban (Lampu Merah Makalew). Selanjutnya, massa akan melakukan long march menuju Kantor Komnas HAM Papua Barat sebagai lokasi penyampaian aspirasi.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, IMPT menyatakan telah melakukan pemberitahuan kepada aparat keamanan serta menyebarkan undangan aksi kepada masyarakat.

Pemberitahuan secara lisan dan tertulis telah disampaikan kepada Polsek Amban hingga Polres Manokwari, sementara selebaran aksi dibagikan di sejumlah titik mulai dari Lampu Merah Makalew hingga Mbamar Amban.

Dalam arahannya, Noak Miagoni mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Ia menegaskan bahwa aksi merupakan penyampaian pendapat secara damai dan tidak boleh diwarnai tindakan yang melanggar hukum.

“Kami melarang keras seluruh massa aksi membawa minuman keras maupun senjata tajam. Aksi ini harus berjalan sesuai dengan keinginan rakyat, yaitu menyuarakan kebenaran tanpa kekacauan. Kami ingin suara kami didengar, bukan ditakuti,” Ujar Noak Miagoni.

IMPT juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Manokwari agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara damai, tertib, dan kondusif.

 

Reporter : Obed Obaipa

Editor : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *