Siriwo, Papua Tengah – Menjelang peresmian gedung Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Jemaat Maranatha Dogomouto, Klasis Bedu Koordinator Paniai, mengawali rangkaian kegiatan dengan doa pemulihan pada Senin 10/08/2026, yang dipimpin oleh Oktovianus Tagi, S.IP.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari persiapan rohani menjelang peresmian gedung gereja, tetapi juga menjadi momentum bagi jemaat untuk melakukan pengakuan dosa, pertobatan, dan memohon pemulihan dalam kehidupan bersama.

Oktovianus Tagi dalam kesempatan tersebut menyatakan, tujuan utama doa pemulihan adalah mengakui kesalahan dan dosa, melakukan pertobatan, serta memohon pemulihan secara menyeluruh.

“Pemulihan itu bukan hanya satu hal. Ada pemulihan kampung, pemulihan jemaat, pemulihan negeri, pemulihan distrik, pemulihan klasis, dan pemulihan daerah setempat,” Jelasnya.

Menurutnya, doa pemulihan juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan alam yang diwariskan oleh para leluhur kepada generasi berikutnya. Ia menyebut, dulu ada berbagai kekayaan alam yang dinikmati masyarakat di kampung, namun sebagian di antaranya kini semakin sulit ditemukan.

Salah satu contoh adalah burung cenderawasih di wilayah Siriwo. Menurutnya, dulu burung tersebut masih banyak ditemukan dan terdengar berkicau di pepohonan, tetapi seiring waktu keberadaannya semakin berkurang.

Karena itu, ia mengajak Jemaat Maranatha Dogomouto, Klasis Bedu serta masyarakat siriwo untuk menjadikan doa pemulihan sebagai momentum perubahan hidup, baik dalam hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, maupun alam sekitar.

Ia juga mengingatkan bahwa, kesalahan yang dilakukan pada masa lalu, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, perlu diakui dan ditinggalkan melalui perubahan sikap dan perilaku.

“Kalau kemarin saya tidak bisa atau tidak tahu, mulai sekarang saya harus bisa berubah dan mengalami pemulihan,” Ujarnya.

Ia berharap, setelah doa pemulihan tersebut, jemaat harus pentingnya doa dan menjaga kehidupan, lingkungan, serta nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.

Menurutnya, apabila ke depan terdapat petunjuk atau dorongan untuk kembali melaksanakan doa pemulihan, hal tersebut perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kehidupan jemaat dan masyarakat.

Doa pemulihan tersebut diikuti oleh jemaat dan pihak-pihak yang terlibat dalam rangkaian peresmian gedung gereja.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang baik sebelum pelaksanaan peresmian sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat iman, kebersamaan, pertobatan, dan komitmen jemaat dalam menjalani kehidupan pelayanan ke depan.

 

Reporter : Melkias Obaipa.

Editor : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *