Nabire, Papua Tengah – Sekretaris Dewan Adat Meepagoo Kabupaten Nabire, Frans U. Magai, menyoroti dugaan tawaran sejumlah uang kepada warga wilayah adat Simapitowa yang disebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan.

Hal itu disampaikan Frans dalam orasinya di halaman Kantor DPR Papua Tengah, Nabire Senin 10/08/2026.

Frans menyebut, tawaran kepada salah satu kepala dusun, Tobias Tagi, awalnya mencapai Rp150 juta dan kemudian disebut meningkat menjadi Rp250 juta, dan dalam orasinya, Frans mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyerahkan tanah adat demi kepentingan materi.

“Tanah adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepada kita untuk dijaga, bukan untuk dijual dan rampas oleh TNI-Porli. Jangan menjual tanah hanya karena tawaran uang, sebab tanah adalah sumber kehidupan dan warisan bagi anak cucu.” Ujarnya.

Ia juga menyerukan kepada masyarakat Simapitowa untuk tetap menjaga batas-batas wilayah adat dan kekayaan alam yang diwariskan leluhur.

“Kami tidak memberikan tanah kepada orang lain. Tanah ini Tuhan titipkan kepada kita, sehingga menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga dan mewariskannya kepada generasi berikutnya,” Tegas Frans.

Frans berharap masyarakat tetap bersatu dan tidak mudah terpengaruh oleh tawaran yang dapat mengancam keberadaan tanah serta sumber kehidupan masyarakat adat.

Reporter : Melkias Obaipa.
Editor : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *