Buru, Maluku – Founder Komunitas Islam Hijrah Pulau Buru Asnawi Tasidhawa secara resmi menyampaikan jaminan terhadap keberhasilan Satuan Tugas (SATGAS) Batalion 733 dalam tugas pengamanan Gunung Botak,Kabupatsn Buru,Provinsi Maluku.
Pernyataan itu disampaikan Asnawi kepada media ini pada Jumat 24/07/2026. Ia menyampaikan, hingga kini tidak ada lagi aktifitas yang dilakukan warga pada areal gunung botak sebagai pusat lokasi penambangan liar yang menjadi sorotan publik hingga nasional seperti yang terlihat pada berbagai platform digital media sosial, hal tetsebut merupakan satu keberhasilan dari pihak keamanan yaitu Satgas TNI 733, selain itu tindakan yang dilakukan pihak tertentu melalui media sosial terkesan ptofokatif.
“saat ini, seperti yang telah diketahui bahwa, Gunung Botak khususnya Wilayah Pertambangan Rakyat (IPR) saat ini memang tidak ada Aktivitas apapun yang berjalan, karena Satgas 733/Masariku begitu rutin melakukan patroli, guna menjaga guna menekan secara ketat, agar tidak ada penambang liar yang menyusup, maka dengan demikian dapat kita ambil kesimpulan bahwa Flayer dan narasi yang beredar melalui medsos yang secara tidak langsung menyerang instansi TNI dalam hal ini SATGAS Yonis 733/Masariku adalah HOAX (Fitnah)” Kata Asnawi.
Asnawi mengungkapkan, tindakan tidak terpuji yang dilontarkan pihak dan oknum tertentu tersebut dipandang sebagai tindakan tidak tertanggungjawab dan memiliki dasar hukum.
“Tuduhan-tuduhan keji seperti ini, dapat dipastikan berasal dari oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, kelompotan kejahatan yang dimana, mereka merasa ruang geriknya tak lagi seleluasa dulu, karena bejana haram mereka disegel oleh aparat, dan pada akhirnya mereka mulai memproduksi isu-isu kadaluarsa demi mendiskriminasi Marwah Tim Satgas”. Tandasnya.
Dikatakanya, fakta lapangan telan mdmbuktikan jika tuduhan adanya pembiaran bak-bak rendaman dari pos-pos tersebut adalah pembohongan publik serta mencoba untuk menghembuskan isu pembusukan terhadap institusi TNI secara umum dan masariku 733 secara khusus.
“Mengapa kita tidak mengakui, dan mudah membalikkan fakta, bukankah kehadiran TNI di Gunung Botak adalah bagian daripada kehadiran Negara itu sendiri, demi menjaga Stabilitas, dan keharmonisan, kenapa bisa dicampakan hal seserius ini, dan malah menjadikannya wajan penampung tuduhan murahan nan recehan seperti itu”. Tutupnya.
Reporter : JackM.
Editor : Elf.








