Paniai, Papua Tengah– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Paniai utusan Wilayah II, Distrik Siriwo, Zakius Obaipa menegaskan, agar seluruh masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan secara liar di sepanjang jalan Trans Nabire–Paniai. Hal tersebut dusampaikanya pada selasa 26/08/2026

Zakius Obaipa menyampaikan, bahwa kawasan sepanjang jalan Trans Nabire–Paniai bukanlah wilayah kosong. Kawasan tersebut merupakan tempat masyarakat Siriwo bermukim sekaligus menjadi sumber mata pencaharian bagi warga.

Ia juga mengingatkan bahwa di sepanjang wilayah tersebut terdapat sejumlah tempat yang dianggap keramat oleh masyarakat adat, sehingga harus dihormati dan dijaga bersama.

“Sepanjang jalan Trans Nabire–Paniai jangan membakar hutan. Wilayah ini banyak tempat keramat dan merupakan tempat masyarakat mencari nafkah serta tempat warga Siriwo bermukim,” Tegas Zakius Obaipa.

Menurutnya, kondisi musim kemarau yang berkepanjangan saat ini membuat kebakaran hutan sangat berisiko meluas dan mengancam lingkungan serta kehidupan masyarakat.

Karena itu, ia mengimbau seluruh warga yang melintas maupun tinggal di wilayah tersebut, baik masyarakat Papua dari Paniai, Deiyai, Dogiyai maupun warga pendatang, agar tidak melakukan pembakaran hutan, lahan, maupun semak-semak di sepanjang jalan Trans Nabire–Paniai.

Dikatakanya, menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Hutan harus dijaga karena menjadi sumber kehidupan, tempat mencari nafkah, tempat tinggal masyarakat, serta bagian penting dari warisan adat.

“Jangan menganggap wilayah sepanjang jalan Trans Nabire–Paniai sebagai tempat kosong, di sana ada masyarakat yang hidup, berkebun, mencari nafkah, dan memiliki tempat-tempat yang dihormati secara adat, dan mari kita jaga bersama agar tidak terjadi kebakaran,” Pungkasnya.

Reporter : Melkias Obaipa,
Editor : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *