Dobo, Maluku – Pertikaian antar kelompok remaja di Kabupaten Kepulauan Aru-Dobo belum lama ini dapat dipastikan delapan puluh pesen pulih kembali.

Demikian disampaikan Kapolres Kepulauan Aru,AKBP Adrian Perwira Shitte S.H,S.I.K,M.H diruang kerjanya Rabu19/08/2026.

Dikatakan, hingga kini kondisi kamtibmas kota Dobo berangsur baik dan dinyatakan kondusif, berkat kerja sama sertz sinergitas berbagai elemen masyarakat

Dengan adanya dukungan dari para tokoh agama seperti Pdt, Majelis, dan juga Wakil Uskup, maka insiden kejadian antar kelompok remaja dikota Dobo sudah pulih.” Tuturnya.

Bukan hanya itu, Polres Aru juga terus melakukan koordinasi secara rutin dengan pihhak Pemda Aru sebagai upaya penanganan dampak atas konflik dimaksud.

“Pemda turut aktif dalam upaya kegiatan doa bersama yang sudah dilaksanakan, selain itu kami juga terus membangun kordinasi dengan Pemda terkait para korban atas insiden tersebut, termasuk perawatan di rumah sakit.” Ungkapnya.

Kapolres mengakui kurangnya personil anggota Polres pada saat konflik namun dengan niat dan semangat serta pengabdian pihaknya mampu menyelesaikan oersoalan tersebut.

“Kami juga kekurangan personil, karena banyak anggota yang ikut kegiatan Wasrik di Polda Maluku kemarin, namun ada langkah-langkah pengamanan kami rutin patroli di malam hari memantau kondisi kota.” Tuturnya.

Kapolres juga berharap adanya perhatian dan peran penting orang tua terhadap anak, sehingga para orang tua dapat menyampaikan pesan dan nasehat kepada anaknya dalam pergaualan serta keseharianya dengan teman serta semua pihak, selain itu pihak Polres akan memperketak sistem pengawasan lapangan.

“Hal ini juga terjadi karena kurang perhatian para orang tua terhadap anak diruma pada jam tertentu, mengawasi anak-anak mereka, kami akan melakukan pengawasan terhadap anak usia skolah yang nongkrong dijalan akan patroli dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua,mobil dan motor dinas.” Paparnya.

Ia menyampaikan, jika kemudian dalam menjalankan proses pengawasan melalui patroli rutin, dan ditemukan kerumunan anak usia sekolah yang dinilai tidak memiliki tujuan yang jelas pada waktu tertentu, maka pihak Polres akan mengambil langkah tegas dengan mengamankan anak-anak tersebut di Polres, yang kemudian akan dipanggil orang tua guna dilakukan pembinaan.

“Terindikasi anak-anak ini menggunakan “RAMADOL” penggunaan ini anak-anak jadi bringas, apakagi harganya terhitung sangat murah, kejadian kemarin itu ada yang minum minuman keras berbau alkohol,ditemukan mereka beralasan ini kami punya kompleks A,B dan seterusnya.” Tutupnya.

Reporter : Edo01.
Editor : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *