Ternate, Maluku Utara — Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, nasib para nelayan kecil di Kota Ternate, Maluku Utara, justru dipenuhi ketidakpastian. Nelayan lokal yang beraktivitas di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, Bastiong, mempertanyakan minimnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBUN) Mina Sejahtera. Hingga saat ini, kedua produk Pertamina tersebut belum juga dijual di fasilitas tersebut.
SPBUN bernomor registrasi 89.97701 yang berdiri di lahan reklamasi ini dikelola oleh Koperasi Pegawai PPN Ternate. Fasilitas tersebut berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.
Keluhan terus berdatangan dari para nelayan. Setelah membongkar hasil tangkapan di PPN Bastiong, mereka terpaksa berlayar kembali ke Pelabuhan Dufa-Dufa hanya untuk mengisi BBM. Di sana terdapat SPBUN milik Koperasi Konsumen Perikanan Sinar Mutiara Jaya (No. Registrasi: 88.977.02) yang menyediakan produk lengkap, mulai dari Solar (Rp6.800/liter), Pertalite (Rp10.000/liter), Pertamax (Rp16.300/liter), hingga Dexlite (Rp20.150/liter).
“Kemerdekaan bagi kami adalah kemudahan dalam mencari rezeki di laut. Jika SPBUN Mina Sejahtera hanya menjual Solar tanpa kepastian kapan menjual Pertalite dan Pertamax, bagaimana kami bisa sejahtera? Kami harus membayar biaya tambat kapal dua kali—sekali saat bongkar ikan di Bastiong, dan sekali lagi saat beli BBM di Dufa-Dufa. Padahal, proses ini seharusnya bisa selesai dalam satu tempat di PPN Bastiong,” ungkap salah satu nelayan lokal saat ditemui di area PPN Bastiong, Senin (17/8).
“Pihak SPBUN Mina Sejahtera harus paham kondisi nelayan kecil dengan kapal berukuran 1–3 GT hingga 5 GT yang mayoritas menggunakan Pertalite. Kami berharap penjualan Pertalite segera dibuka. Selama ini, kami terpaksa membeli dari pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal. Ini sangat membengkakkan biaya operasional dan menekan pendapatan kami,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, papan informasi SPBUN KPN Mina Sejahtera yang berdampingan dengan logo Pertamina masih berdiri tegak di area PPN Bastiong. Meski dihiasi bendera Merah Putih dan umbul-umbul khas kemerdekaan, suasana di fasilitas pengisian BBM tersebut tampak sepi dan hanya memuat satu tangki BBM jenis Solar.
Momentum HUT ke-81 RI ini hendaknya menjadi evaluasi nyata bagi pengelola SPBUN Mina Sejahtera di PPN Bastiong serta menjadi atensi BPH Migas dan Pertamina untuk membenahi tata kelola dan kepastian distribusi BBM. Jika kebutuhan mendasar nelayan kecil seperti Pertalite saja belum terpenuhi, sudah sepatutnya ada tindakan atau sanksi tegas dari pihak Pertamina demi menjaga keberlangsungan hidup para nelayan kecil di Maluku Utara. (tim/red)









