Siriwo, Papua Tengah – Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh intelektual dari tiga distrik menyatakan sikap tegas terhadap aksi pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di sepanjang Jalan Trans Nabire–Ilaga, khususnya wilayah Distrik Siriwo, 26/08/2026.
Pernyataan tersebut disanpaikan oleh Pdt. Obed Obaipa, S.Th., selaku tokoh agama dan masyarakat. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Distrik Baya Biru dan Distrik Dadou, serta Distrik unipo KM 100.
Sebagai bentuk pencegahan, para tokoh masyarakat telah menyiapkan 10 baliho/spanduk larangan yang akan dipasang di sepanjang Jalan Trans Nabire–Ilaga, mulai dari batas wilayah Siriwo 75 batas antara siriwo dan Dipa sampai kampung Ugida. Pemasangan tersebut direncanakan dilakukan pada malam hari.
“Baliho sudah kami siapkan. Malam ini kami akan naik untuk memasangnya di beberapa titik sepanjang jalan. Ini sebagai bentuk imbauan dan larangan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,” Ujar Pdt. Obed Obaipa, S.Th.
Ia menegaskan, apabila pelaku pembakaran hutan dan lahan berhasil ditemukan, pihaknya akan mendorong pemberian sanksi sesuai kesepakatan masyarakat.
Sanksi adat berupa denda sebesar 5 juta rupiah akan diberlakukan, apabila persoalan tidak dapat diselesaikan melalui mekanisme tersebut, pihaknya akan menyerahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.
Selain itu, Obed Obaipa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk bantuan dana, dalam proses penyelesaian dan pemasangan baliho larangan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik secara moral maupun materi, sehingga baliho ini dapat disiapkan dan dipasang di lapangan,” Katanya.
Para tokoh masyarakat mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan serta menghentikan kebiasaan membakar hutan dan lahan secara liar dan terkesan sembarangan.
Mereka berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan lingkungan, masyarakat, serta pengguna Jalan Trans Nabire–Ilaga.
Reporter : Melkias Obaipa.
Editor : Elf.









