Kei Besar, Maluku – Wakil Ketua I (satu) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara (Kab.Malra), sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN), Yohanis Bosko Rahawarin.SH yang akrab disapa YBR, tampil dengan gaya khas familiarnya mengispirasi ratusan peserta Bible Camp Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Kevikepan Kei Besat yang dipusatkan di lokasi taman siarah Maria Pengantara Wirinkolaay-Bukit Indah Kei Besar pada Sabtu 12/09/2026.

Kehadiran YBR pada kegiatan akbar OMK sewilayah Kei Besar tersebut terlihat memberi inspirasi dan semangat bagi 635 OMK sebagai peserta Bible Camp 2026 yang datang dari 7 di Kei Besar secara keseluruhan.

Melalui penyampaian materi dengan topik “Pilar-Pilar Budaya Kei”, YBR berkesempatan menceriterakan kisah dan perjalanan serta perjuangan hidup dan kariernya hingga saat ini, selaian itu dengan penuh bangga YBR penuh yakin dan lantang mengakui jika dirinya merupakan salah satu kader dan pribadi yang lahir dan besar hingga kini juga melalui organisasi gereja yaitu OMK.

YBR mengakui jika dirinya sesungguhnya bukanlah seorang budayawan kei yang dapat menjelaskan dengan rinci terkait pilar budaya kei, namun sebagai warga masyarakat kei dan kader gereja dirinya berharap kepada OMK yang hadir dan mengikuti Bible Camp di Wirinkolaay, agar memiliki keinginan untuk belajar dan mengetahui tentang budaya kei, karena sesungguhnya budaya adalah sebuah identitas diri.

“Saya bukan budayawan Kei, namun selaku warga Kei maka kita berkewajiban untuk belajar serta tau tentang adat dan budaya, karena selain sebagai orang Kei dan warga gereja maka kita harus tau pilar budaya dan identitas sebagai orang Kei.” Paparnya.

Dikatakanya, sebagai tujuan dari mengenal pilar budaya kei adalah menghidupi nilai luhur Larvul Ngabal sebagai falsafah dan landasan hidup sebagai warga kei dengan demikian sebagai OMK dapat memahami, berani dalam menjaga adat, Iman, persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Bukan hanya itu namun selaku OMK, maka sangatlah perlu agar dapat mengetahui dan menyadari filosofi tiga tungku yaitu Adat, Pemerintah dan Agama (APA) atau dalam bahasa kei disebut Adat, Kubni, Aingam (AKA).

“Menjadi Katolik tidak berarti kehilangan identitas Kei, Iman kristiani mendorong kita untuk menghargai budaya, kita harus tetap menjaga nilai budaya yang sudah diwariskan oleh leluhur Kei, dan kita punya identitas ganda, OMK adalah orang muda, orang Kei, anggota gereja, warga masyarakat atau warga negara sekaligus masa depan Kei.” Ungkap YBR dengan nada lantang.

Ia menyampaikan, sebagai OMK pantaslah untuk belajar dan mengetahui apa itu budaya kei, selain itu mampukah untuk menyampaikan kepada semua pihak serta anak cucu sebagai cikal bakal dan penerus generasi kei serta warga gereja dan masyarakat.

“Kehidupan manusia itu harus dihormati dan dilindungi, ini sejalan dengan firman Tuhan yaitu Yesus datang agar manusia memperoleh hidup, dan budaya Kei tidak bertentangan dengan Injil dalam Kitab Suci.” Tuturnya.

YBR juga mengajak OMK untuk wajib menolak kekerasan, menjauhi miras dan narkoba, menghindari builing serta menjaga masa depan diri dan sesama, karena sesungguhnya OMK dipanggil untuk menjadi warga yang taat hukum, kritis secara konstruktif dan peduli sosial, sedangkan agama memberikan dasar iman, moral, etika,kasih dan pengampunan yang harus ditunjukan dalam tindakan nyata pelayanan.

“Makna dan sinergi tiga tungku,adat memberi akar atau identitas, pemerintah memberi tata atau tertib hukum, agama memberi arah, moral serta spiritual, sehingga dalam sebuah penyelesaian masalah maka, persoalan diselesaikan dengan menghormati adat, mengikuti hukum negara, serta mengedepankan nilai moral dan kemanusiaan.” Tutupnya.

Reporter : 01NMP.
Editor : Elf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *