Nabire, Papau Tengah – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah kembali diperhadapkan dengan tuduhan minimnya perhatian terhadap dunia pendidikan Papua Tengah hingga terkesan krisis literasi seperti yang disampaikan Aliansi Mahasiswa Papua Tengah kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) pada Selasa 03/11/2026.

Aliansi Mahasiswa Papua Tengah menyampaikan sejumlah aspirasi sebagai tuntutan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya penyediaan fasilitas penunjang kegiatan akademik dan pengembangan budaya literasi di lingkungan kampus di Papua Tengah.

Penanggung Jawab aksi Yohanes Petege pada kesempatan tersebut menyampaikan, kondisi literasi dan ketersediaan fasilitas perpustakaan di Provinsi Papua Tengah masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah kabupaten/kota serta pemerintah provinsi, selain itu hingga saat ini masih terdapat sejumlah kampus yang mengalami kekurangan fasilitas pendidikan, seperti ruang belajar, meja, kursi, serta ketersediaan buku sebagai bahan referensi mahasiswa.

“Kami melihat kondisi Provinsi Papua Tengah sedang mengalami persoalan serius dalam bidang literasi dan penyediaan fasilitas perpustakaan. Banyak kampus masih kekurangan buku, ruang belajar, meja, dan kursi. Karena itu, kami meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk menyelesaikan berbagai kekurangan yang selama ini dialami mahasiswa di setiap kampus yang ada di Kabupaten Nabire,” Tegas Yohanes Petege.

Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan pembangunan perpustakaan umum di Provinsi Papua Tengah sebagai salah satu sarana penting untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta mendorong kemajuan pendidikan bagi generasi muda.

Sementara itu Yohanes Waine selaku Anggota DPRP Papua Tengah yang menerima kelompok aksi pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap mahasiswa yang telah mengambil bagian dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya terkait pengadaan buku dan penyediaan perpustakaan.

“Kami sangat bangga dengan aksi yang dilakukan mahasiswa hari ini. Sebelumnya, belum pernah ada aksi yang secara khusus memperjuangkan pengadaan buku di setiap kampus dan pembangunan perpustakaan umum. Aspirasi ini akan kami sampaikan dalam sidang paripurna agar dapat menjadi perhatian bersama,” Ungkapnya.

Ia menambahkan, pengadaan buku merupakan salah satu bentuk investasi penting bagi masa depan generasi muda, sekaligus buku bukan hanya kebutuhan mahasiswa saat ini, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan dan bekal pendidikan bagi generasi yang akan datang.

“Saya juga sangat mengapresiasi perjuangan mahasiswa. Pengadaan buku merupakan bagian dari investasi yang sangat penting bagi generasi muda ke depan, bukan hanya untuk kepentingan kita saat ini, tetapi juga untuk masa depan anak-anak Papua Tengah,” Tambahnya.

Melalui penyampaian aspirasi tersebut, Aliansi Mahasiswa Papua Tengah berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama DPRP dapat memberikan perhatian serius dan mengambil langkah nyata dalam memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan, pengadaan buku, serta pembangunan perpustakaan umum.

Mahasiswa menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada proses perkuliahan, tetapi juga harus didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

Pendidikan yang berkualitas membutuhkan fasilitas yang layak, ketersediaan buku, serta akses literasi yang merata demi mempersiapkan generasi muda Papua Tengah yang cerdas, berpengetahuan, dan berdaya saing.

Reporter : Melkias Obaipa.
Editor : Elf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *