Ternate – Pengurus Provinsi Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Maluku Utara terus mematangkan kesiapan jelang agenda pelantikan pengurus dan Rapat Kerja (Raker) periode 2025–2029. Langkah pemantapan ini dibahas secara mendalam melalui rapat koordinasi yang digelar di Samatira Cafe, Ternate, Minggu (24/5/2026).
Ketua Panitia Pelaksana, Arsad S. Sangaji, mengungkapkan bahwa progres persiapan sejauh ini berjalan positif dan telah mencapai progres yang signifikan.
“Persiapan administrasi maupun teknis sudah mencapai 60%. Agenda pelantikan pengurus dan Raker PSOI Malut ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PSOI, Pandu Sjahrir, yang juga menjabat sebagai Chief Investment Officer (CIO) Danantara,” ujar Arsad.
Mengenai lokasi dan waktu pelaksanaan, Arsad menjelaskan bahwa prosesi pelantikan dan raker tersebut dijadwalkan berlangsung di Hotel Bela, Ternate, pada bulan Agustus 2026 mendatang. Namun, untuk tanggal pasti pelaksanaannya masih bersifat tentatif.
“Kami masih menyesuaikan dan menyelaraskan dengan agenda serta jadwal kerja Bapak Ketua Umum,” tambahnya.
Fokus Pembinaan Atlet dan Sport Tourism
Pengurus Provinsi PSOI Maluku Utara sendiri kini menakhodai era baru di bawah kepemimpinan Kalbi Rasyid sebagai Ketua Umum. Sejak dibentuk, kepengurusan ini berkomitmen penuh pada dua pilar utama, yaitu pembinaan atlet lokal secara berkelanjutan dan pengembangan wisata bahari berbasis olahraga (sport tourism).
Kalbi Rasyid menjelaskan, momentum pelantikan dan raker nanti bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan awal untuk membawa potensi laut Maluku Utara ke panggung dunia. Salah satu program strategis yang diusulkan untuk kalender kerja 2026–2027 adalah membawa kejuaraan selancar tingkat dunia ke Maluku Utara.
“Indonesia merupakan salah satu tuan rumah utama WSL, di mana ajang ini selalu menjadi kalender rutin yang berhasil menarik ratusan peselancar internasional. Kami ingin Maluku Utara, khususnya di Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Halmahera Timur, mengambil bagian dari potensi besar tersebut,” tegas Kalbi Rasyid.
Dengan kombinasi ombak Morotai dan Halmahera Timur yang menantang dan manajemen organisasi yang solid, PSOI Maluku Utara optimistis olahraga selancar ombak mampu menjadi motor penggerak baru bagi sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan prestasi olahraga di Bumi Moloku Kie Raha. (Red)







