Timika, Papua Tengah – Persoalan pesawat milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika,Provinsi Papua tengah yang kian mengisi ruang diskusi publik di Timika, bahkan Papua secara keseluruhan hingga kini masih menyimpan tabir entah mengapa hingga belum adanya penjelasan lanjut dari PT. ASIAN ONE AIR sebagai pihak pengelolah.
Piet Rafra selaku pengamat bidang transportasi Kab.Mimika melalui pesan singkat Whatsaap kepada media ini pada Sabtu 06/06/2026 menyampaikan seejumlah tawaran dasar sebagai solusi kepada Pemda Mimika terkait persoalan tersebut.
Piet Rafra menyampaikan, sesungguhnya jika Pemda Mimika mengalami kesulitan dan kendala yang dianggap susah untuk diselesaikan, dan belum dapat menjawab kepentingan publik Kab.Mimika melalui pesawat yang telah dibeli dengan nilai Miliaran rupiah itu, namun belum dapat memberikan kontribusi positif terkait dasar pengadaan barang modal milik Pemda Mimika itu maka, sebaiknya dipikirkan solusi yang baik dan tidak meninggalkan multi tafsir bagi warga Mimika dan terkesan melahirkan indikasi terjadinya kongkalikong antara pihak Pemda Mimika besama PT.Asian One Air sebagai pihak perusahaan pengelola.
” Dua pesawat milik pemda itu segera dilelang utk dijual dibawah harga normal.Bicarakan dengan DPRK Mimika dan juga KPK RI agar mekanisme penjualan sesuai prosedur serta tdk bertentangan dgn hukum yang berlaku.” Jelasnya.
Tawarn penjualan pesawat itu juga diharapkan agar selalu dikoordinasikan dengan baik, melalui pihak yang memiliki kompetensi pada bidang penerbangan serta mereka yang dapat mengetahui nilai dan spesifikasi pesawat dimaksud demi mdnghindari terjadinya hal lain yang dinilai melanggar aturan serta terkesan melawan hukum.
” Perhitungan jual dibawah harga sesuai dengan prosentasi penyusutan komponen tehnis pesawat, dan setelah penjualan maka dibayar semua utang piutang yang diakibatkan oleh pengadaan pesawat tersebug agar tidak meninggalkan beban bagi daerah.” Harapnya.
Selain itu Piet Rafra juga berharap kepada pihak Pemda Mimika agar persoalan ini menjadi catatan berharga yang perlu dievalusi, dan jangan dilakukan lagi ke depan di Mimika oleh siapapun yang kemudian berkesrmpatan memimpin Mimika.
“Ini merupakan pengalaman bagj Pemda Mimika kedepan, siapapun Bupatinya wajib berpikir bila memmbeli pesawat tanpa mampu mengelola secara profesioanal, dan bila tindakan ini lambat diambil langkah maka nilai susut komponen pesawat semakin mendekati kerangka besi tua yg tidak bernilai.” Tandasnya. (tMp)









