Nabire, Papua Tengah – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) se-Mepago menggelar aksi damai di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Sabtu 15/08/2026.
Aksi tersebut berlangsung di sejumlah titik kumpul sebelum massa bergerak menuju Kantor DPR Papua Tengah. Pelaksanaan aksi mendapat pengawalan aparat kepolisian sehingga kegiatan berlangsung dengan tertib dan tanpa kericuhan.
Anggota DPRK Kabupaten Dogiyai, Agustinus Pigai, S.IP., turut hadir dan mengikuti jalannya aksi. Kehadirannya disebut sebagai bentuk dukungan terhadap penyampaian aspirasi masyarakat secara damai.
Dalam keterangannya, Agustinus Pigai menegaskan bahwa KNPB bukan organisasi yang bertujuan mengajak masyarakat melakukan tindakan anarkis.
“KNPB bukan anti-pemerintah dan KNPB tidak pernah mengajak rakyat untuk anarkis. KNPB ada karena kesadaran rakyat ada,” Ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya hadir untuk melihat secara langsung jalannya aksi damai KNPB se-Mepago serta memastikan aspirasi masyarakat dapat disampaikan dalam suasana yang aman.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., bersama jajaran kepolisian melakukan pengamanan terhadap kegiatan tersebut. Aparat mengawal massa dari titik-titik kumpul hingga menuju Kantor DPR Papua Tengah di Kabupaten Nabire.
Agustinus juga menekankan pentingnya pemimpin yang mampu mengedepankan intelektualitas dan menjaga keamanan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan di Papua Tengah.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Pemimpin intelektual pasti aman, tetapi kalau pemimpin anak tamatan SMA pasti brutal.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks kritik terhadap pola kepemimpinan dan cara menghadapi masyarakat.
Ia juga menghimbau agar setiap persoalan di Papua Tengah diselesaikan melalui dialog dan cara-cara damai, bukan dengan kekerasan.
“Cukup yang mendapat pukulan dan tindakan kekerasan, jangan sampai ada yang berakhir di penjara,” Katanya.
Menurutnya, Papua Tengah merupakan rumah bersama sehingga seluruh pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, DPRK maupun masyarakat, perlu menjaga situasi agar tetap aman dan damai.
“Papua Tengah adalah rumah kita bersama,” Pungkasnya.
Reporter : Melkias Obaipa.
Editor : Elf.









