Ambon – Nama Robert Sapulette mulai diperbincangkan di kalangan pemuda dan aktivis kota Ambon. Ia digadang-gadang sebagai figur birokrat yang dinilai memiliki kapasitas untuk menduduki jabatan Sekretaris Kota (Sekot) Kota Ambon.

Salidin, salah satu tokoh pemuda di Ambon, menyatakan bahwa kota ini membutuhkan sosok pejabat yang tidak hanya mahir secara administratif, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Julukan Robert sebagai “Sang Medioker Pemuda” yang disematkan kepadanya bukan dalam makna negatif, melainkan sebagai simbol kerendahan hati dan kesediaan bekerja tanpa banyak sorotan.

“Ambon butuh figur yang bekerja tenang, bukan sekadar tampil di permukaan. Karakter kepemimpinan Robert yang tidak berlebihan justru menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas internal pemerintahan,” ungkap Salidin dalam keterangannya kepada media, Senin (02/03)

Di tengah dinamika tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks, ada beberapa alasan fundamental mengapa Robert Sapulette layak dipertibangkan, diantaranya :

  1. Komunikatif antar lembaga yakni memiliki rekam jejak yang baik dalam menjembatani komunikasi lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah).
  2. Responsif dan terbuka yakni dikenal sebagai birokrat yang tidak anti-kritik dan selalu siap merespon persoalan di lapangan.
  3. Integritas manajerial yakni memiliki kemampuan manajerial yang teruji tanpa terjebak dalam tarik-menarik kepentingan politik praktis.

Salidin menambahkan bahwa kriteria Sekot Ambon ideal saat ini bukan lagi soal popularitas, melainkan tentang siapa yang mampu menjadi motor penggerak reformasi birokrasi secara konsisten.

“Jika ukurannya adalah profesionalisme, integritas, dan pengalaman teknis, maka Robert Sapulette adalah figur yang patut dipertimbangkan oleh pimpinan daerah,” tambah Salidin.

“Ambon butuh figur yang bekerja tenang, bukan sekadar tampil,”, karakter kepemimpinan yang tidak berlebihan justru menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga stabilitas internal pemerintahan. ujar Salidin

Meski demikian, penentuan jabatan Sekot tetap menjadi kewenangan kepala daerah melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku. Publik berharap proses seleksi berjalan transparan dan mengedepankan prinsip profesionalitas.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, dukungan terhadap Robert Sapulette sebagai Sekot Kota Ambon terus menguat. Waktu dan proses akan membuktikan apakah ia benar-benar dipercaya untuk mengemban tanggung jawab strategis tersebut. Ia berharap proses tersebut berjalan transparan demi mendapatkan pemimpin birokrasi yang benar-benar berpihak pada kemajuan Kota Ambon. (~sw)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *