Dogiyai, Papua Tengah– Situasi dan kondisi keamanan masyarakat (Kamtibma) di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah dilaporkan sedang tidak baik-baik saja dan kian menjadi sorotan publik pasca terjadinya insiden penembakan terhadap warga sipil pada Sabtu (04/04/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya delapan warga sipil menjadi korban dalam peristiwa tersebut, dengan rincian lima orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka berat dan sedang dalam penanganan medis.

Gerson Pigai, seorang aktivis kemanusiaan, menyatakan keprihatinan mendalam melalui rilis pers resmi pada Sabtu (04/04/2026). Ia menyoroti insiden kemanusiaan yang memicu perhatian luas, terutama dari kalangan aktivis yang sedang melakukan pendampingan dan advokasi bagi para korban serta keluarga mereka. Namun, upaya tersebut mengalami kendala serius akibat padamnya aliran listrik dan terputusnya jaringan internet di wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Kondisi yang tengàh dirasakan publik di Dogiyai, dengan tidak maksimalnya sarana penerangan dan akses internet tersebut sangat menghambat proses pengumpulan data, koordinasi, serta pelaporan kepada pihak terkait.

“Kami mengalami kesulitan besar dalam melakukan advokasi karena komunikasi lumpuh total. Listrik padam dan jaringan internet tidak bisa diakses,” Ujar Gerson Pigai dengan nada tegas.

Selain menghambat kerja-kerja kemanusiaan, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan minimnya transparansi informasi dari lapangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi lengkap kejadian maupun langkah penanganan yang telah diambil.

Para aktivis dan masyarakat sipil mendesak pemerintah serta aparat keamanan untuk segera memulihkan akses listrik dan jaringan komunikasi di Dogiyai, sekaligus memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Mereka juga meminta adanya perlindungan bagi warga sipil serta jaminan keamanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Perkembangan situasi di Dogiyai masih terus dipantau. (MnJ)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *