Timika, Papua Tengah– Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo dengan lantang menyatakan siap bertanggung jawab atas penembakan dua unit kapal di perbatasan Yahukimo-Asmat pada Minggu, 3 Mei 2026. Demikian disampaikan Manajemen Markas Pusat KomnasTPNPB pada Senin 04/05/2026 melalui siaran pers.

Melalui rilis tersebut TPNPB menyebut telah menerima laporan dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo Mayor Kopitua Heluka, bahwa pihaknya siap bertanggungjawab atas insiden tersebut.

“Kami bertanggung jawab atas penembakan dua unit kapal milik agen intelijen militer pemerintah Indonesia pada hari Minggu, 3 Mei 2026 di perbatasan Asmat dan Yahukimo”. Paparnya.

TPNPB juga mengklaim jika penyerangan yang dilakukan pasukan dari “Batalyon Kanibal” di bawah pimpinan Mayor Beres Murup, Kuron Marup, dan pasukan khusus dibawa pimpinan Akar Heluka tersebut atas alasan bahea, kapal-kapal itu diduga kuat melakukan pendoropan agen intelijen militer pemerintah Indonesia ke wilayah konflik bersenjata.

Selain itu TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga mengeluarkan tujuh poin pernyataan sikap, antara lain meminta warga imigran keluar dari wilayah operasi, menetapkan DPO terhadap kapal dan pesawat sipil yang disebut terlibat pendoropan militer, serta menyebut sekolah, kantor pemerintah, dan rumah sakit menjadi sasaran karena fungsi sipil disebut diambil alih militer.

Hingga kini, pihak Pangdam XVII/Cenderawasih serta institusi keamanan lain belum dapat terkonfirmasi untuk memastikan kebenaran informasi serta tanggapan atas tujuh poin pernyataan sikap TPNPB tersebut. (tMp).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *