Timika, Papua Tengah – Sikap dan pernyataan Bupati Mimika Johanes Rettob yang beredar melalui postingan di sejumlah platform media sosial dinilai arogan serta belum dapat memaksimalkan sistem pemerintahan yang baik (Good Govermance), selain itu penyataan yang disampaikan tersebut tanpa disadari telah mencederài dirinya selaku pimpinan daerah.

Kritik tersebut disampaikan Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan melalui pernyataan resmi yang diterimah media ini pada Kamis 11/06/2026.

Edoardus menyampaikan, sebagai seorang Bupati dan Kepala Daerah tidak sewajarnya berlaku atau menyampaikan statemen demikian, apalagi di depan para jurnalis yang sedang menyototi kamera ketika diwawancarai, dan seharusnya Bupati mampu menahan diri selaku seorang pimpinan sejati dan mencari jawaban yang lebih efektif agar menjadi konsumsi publik.

“Saat berhadapan dengan media, dalam pernyataannya di depan kamera, Bupati menggunakan kata kasar dan mengancam akan memberhentikan tenaga kesehatan (nakes) yang dianggapnya bermasalah.” Paparnya.

Menurut Edoardus, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Bupati tidak memiliki sikap kepemimpinan yang layak dan tidak pantas menjadi figur pemimpin bagi masyarakat Kabupaten Mimika. Ia menilai hal ini juga menjadi bukti bahwa Bupati kurang memahami secara nyata kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh warga maupun petugas di wilayah pedalaman, khususnya di daerah pegunungan.

“Jika seorang pemimpin hanya bertindak secara emosional dan gemar mengancam petugas yang bekerja di lapangan, padahal urusan teknis tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab Kepala Dinas Kesehatan, maka dengan tegas saya menyatakan: Bupati Mimika sebaiknya mengundurkan diri saja,” Tegas Edoardus.

Lebih jau Edoardus menyampaikan, pihaknya menduga jika, pernyataan keras yang disampaikan Bupati kemungkinan besar dipicu oleh kekecewaan mendalam akibat beredarnya sebuah video yang menampilkan situasi di lapangan,sehingga reaksi yang ditunjukkan lebih terlihat sebagai luapan emosi pribadi daripada upaya menyelesaikan masalah secara profesional dan solutif.

Selaku Ketua Pemuda Kei Mimika, yang memiliki tanggungjawab moril untuk Kab. Mimika, Edoardus berharap agar pemimpin daerah dapat bersikap lebih dewasa, objektif, dan memprioritaskan penyelesaian masalah melalui jalur yang benar, bukan dengan ancaman dan pernyataan yang dapat menurunkan wibawa pemerintahan.(tMp).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *