Jayapura, Papua – Ikatan Keluarga Besar Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya, yang saat ini berdomisili di Kota Studi Jayapura secara resmi menyampaikan pernyataan sikap menolak masuknya Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di wilayah Distrik Usilimo. Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dan masyarakat Distrik Usilimo dalam sebuah pertemuan bersama di Asrama Usilimo, Kota Jayapura pada, Sabtu, 01/08/2026.

Dalam pernyatannya, beberapa poin penting yang ditegaskan oleh perwakakilan mahasiswa dari Distrik Usilimo kota studi Jayapura melalui beberapa tuntutan tersebut disampaikan langsung oleh Maikel Wantik, sebagai bentuk perwakilan semua mahasiswa yang ada di Jayapura.

“Kami mahasiswa dengan tegas menolak seluruh aktivitas Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang ditargetkan akan dilakukan dengan membongkar lahan dan alam Distrik Usilimo seluas 250 hektar di beberapa titik lokasi.” Paparnya.

Ia menyampaikan, melihat ukuran lokasi yang sesuai rencana akan dibongkar tersebut secara langsung telah merugikan warga masyarakat lokal, selain itu dikhawatiran hutan dan ruang masyarakat lokal untuk hendak mencari nafkah dan hidup dari hutan akan sempit sekaligus merusak ekosistem dan habitat hewan di lokasi tersebut.

Dikatakanya, fasilitator merupakan bagian terpenting sekakigus aktor utama yang melakukan proses mobilisasi alat berat pada lokasi tersebut, sehingga diharapkan semua fasikitas berupa alat berat yang berada di wilayah Distrik Usilimo untuk segera ditarik dan meninggalkan wilayah tersebut.

“Fasilitator harus bertanggungjawab kepada Mahasiswa Distrik Usilimo serta warga masyarakat atas masuknya proyek CSR tersebut ke wilayah Usilimo tanpa ijin dan persetujuan menyeluruh dari masyarakat adat setempat di wilayah Usilimo.” Tegasnya

Selain itu dengan tegas Ikatan Keluarga Besar Distrik Usilimo menyerukan kepada pemerintah dan pihak terkait untuk mendengarkan aspirasi masyarakat demi kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup generasi mendatang di Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

 

Reporter : AgusW.

Editor : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *