Siriwo, Papua Tengah – Pembangunan Gedung Gereja Maranatha Dogomouto akhirnya mencapai harapan yang selama kurang lebih tiga setengah tahun diperjuangkan oleh panitia, jemaat, keluarga, dan masyarakat setempat.
Ketua Panitia, Marten Obaipa menyatakan, sebagai panitia pihaknya sering kali diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang juga menguras pikiran dalam proses pembangunan, selain itu keberadaan kampung yang cukup jauh dari pusat kota serta tidak adanya jalan untuk mengangkut barang dan bahan bangunan menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi.
“Sebagai panitia pembangunan gedung gereja Maranatha Dogomouto banyak pikiran karena keberadaan kampung cukup jauh dari pusat kota dan tidak ada jalan untuk angkut barang dan bahan, namun puji Tuhan karena dengan penyertaan Tuhan akhirnya gereja baru sudah telah kami diresmikan sesuai harapan kami,” Ujar Marten.
Menurutnya, pembangunan Gedung Gereja Maranatha Dogomouto mulai direncanakan hingga selesai dalam kurun waktu kurang tiga setengah tahun, sementara sumber dana pembangunan berasal dari beberapa pihak, yakni sumbangan perorangan dari jemaat sendiri, dana pemerintah kampung atau yang disebut dana desa, serta bantuan dari keluarga dan tetangga.
Dalam proses pembangunan tersebut, berbagai tantangan juga dialami. Marten menyebut, banyak warga yang mengalami sakit, bahkan ada yang meninggal dunia. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan perjuangan hingga pembangunan gereja baru dapat diselesaikan.
“Khusus jumlah uang pembangunan gedung gereja kurang lebih empat ratus juta dan dengan segala kekurangan kami tetap bekerja.” Katanya.
Sementara itu, Kepala Kampung Dogomouto, Yakobus Tagi, menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas selesainya pembangunan gedung Gereja Maranatha.
“Pertama-tama saya bersyukur kepada Tuhan. Yang kedua, saya secara pribadi sebagai kepala kampung turut senang dan bangga dengan hari yang paling terdalam kepada masyarakat saya.” Ujarnya.
Ia mengatakan, sejak terbentuknya panitia pembangunan gedung gereja hingga saat ini, masyarakat menghadapi banyak sekali tantangan. Namun, semangat masyarakat tidak pernah patah hingga kerinduan untuk memiliki gedung gereja baru akhirnya tercapai.
“Kemudian saya juga banyak terima kasih kepada seluruh undangan serta simpatisan yang telah memenuhi sesuai undangan kami. Kiranya Tuhan yang punya gereja akan memberkati.” Katanya.
Peresmian Gedung Gereja Maranatha Dogomouto menjadi momentum penting bagi jemaat dan masyarakat setempat. Di balik keterbatasan akses, jauhnya kampung dari pusat kota, serta berbagai tantangan selama proses pembangunan, terdapat semangat kebersamaan dan harapan yang terus tumbuh.
Di balik jauhnya pusat kota, ada harapan yang tumbuh secara baik. Gedung Gereja Maranatha Dogomouto kini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti mewujudkan kerinduan masyarakat dan jemaat.
Reporter : Melkias Obaipa.
Editor : Elf.









